Apa itu penyakit tidak menular?
Ialah penyakit yang tidak menular melalui kontak antar manusia.
Jadi maksudnya bagaimana?
Misalkan,(1) kakek Anda terkena hipertensi lalu dengan Anda memeluk kakek Anda, hal itu tidak akan menyebabkan Anda tertular hipertensi. (2) Nenek Anda penderita Diabetes Mellitus, lalu Anda salim/ cium tangan beliau. Hal tersebut tidak menyebabkan gula darah Anda menjadi tinggi.
Namun hal ini bisa menjadi pembelajaran supaya Anda berhati-hati. Dengan Anda mengetahui leluhur Anda ada yang memiliki penyakit tersebut dapat menjadi perhatian Anda , artinya TIDAK MENUTUP KEMUNGKINAN saat tua nanti Anda juga mengalami hal yang sama. Atau bahasa kedokterannya Anda MEMILIKI FAKTOR RISIKO untuk mendapatkan penyakit yang sama suatu hari nanti.
Menurut World Health Organization, non communicable disease atau penyakit tidak menular merupakan penyakit kronis , penyakit yang cenderung memiliki durasi waktu yang lama.
Berapa lama kah? Bisa bertahun-tahun bahkan seumur hidup dari mulai didiagnosis. Bahkan terkadang orang terdiagnosis ketika sudah terjadi komplikasi (sudah kasep/telat). Karena paradigma kita yang menunggu ‘sakit’ baru ke rumah sakit. Sudah saatnya kita berani melakukan deteksi dini.
Apakah penting kita mengetahui penyakit tidak menular?
Tentu saja penting,
- 70% kematian di dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular.
- Setiap tahun, 15 juta orang usia 30-69 tahun meninggal dunia karena penyakit tidak menular.
- Lebih dari 80% kematian tersebut terjadi di Negara ekonomi menengah ke bawah.4
Apa kabar Indonesia?
- Berdasar hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 dan 2013 menunjukkan telah terjadi peningkatan secara bermakna, diantaranya jumlah penyakit stroke meningkat dari 8,3 per mil pada 2007 (jadi bayangkan dalam 1 mil area ada 8 orang yang stroke) menjadi 12,1 per mil pada 2013. Lebih lanjut diketahui bahwa 61% dari total kematian disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, diabetes dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis.2
KERUGIAN jika terkena penyakit tidak menular?
- Biaya
*Soewarta Kosen, Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes mengatakan kerugian negara akibat konsumsi rokok pada tahun 2013 ialah Rp. 378,75 Triliun. Konsumsi rokok di tahun tersebut ialah Rp 138 Triliun.3 Mengapa rokok yang menjadi patokan kerugian negara? Ya seperti yang telah kita ketahui bahwa akumulasi rokok pada tubuh menginvestasi berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit jantung , kanker, dsb. Singkat kata rokok adalah faktor risiko dari kebanyakan penyakit tidak menular. Kalau sekilas kita membaca, kerugian negara akibat rokok ini sudah tidak di angka ratusan juta atau milyar namun menembus triliun. Menakjubkan bukan? Dan kerugian yang ditanggung jauh lebih besar dibanding nilai konsumsi.
*Pembiayaan kanker pada Jamkesmas tahun 2012, pengobatan kanker menghabiskan biaya Rp. 144,7 milyar. Kemudian pembiayaan meningkat menjadi Rp. 905 milyar di tahun 2014.1 Bertambah 2 tahun dan merangkak naik 6 kali lipat. Hebat bukan?
- Selain rugi biaya, tentunya kita rugi waktu, tenaga , dan kualitas hidup kita semakin menurun.
Apa saja penyakit tidak menular ?
- Penyakit tidak menular yang utama ialah4 :
- Penyakit kardiovaskular ( seperti serangan jantung dan stroke)
- Kanker
- Penyakit pernafasan kronis (seperti penyakit paru obstruktif kronis dan asma)
- Diabetes mellitus
Selain itu masih ada lagi seperti hipertensi, obesitas dsb
Siapa saja yang berisiko terkena penyakit tidak menular?
Semua kelompok usia dapat terkena penyakit tidak menular. Terutama orang-orang dengan gaya hidup yang tidak sehat. Seperti apakah tidak sehatnya?
- Diet yang tidak sehat ( rendah serat, tinggi lemak)
- Tidak beraktivitas fisik (mager)
- Terpapar asap rokok
- Mengonsumsi alkohol.
Saat ini kementerian kesehatan sedang menggiatkan slogan pola hidup sehat dengan CERDIK.
Apa saja CERDIK itu?
Cek kesehatan secara teratur
Enyahkan asap rokok
Rajin aktifitas fisik
Diet sehat dengan kalori seimbang
Istirahat cukup
Kelola stress
Mari kita perbaiki pola hidup kita menjadi pola hidup CERDIK demi masa depan yang lebih baik. Kini investasi masa depan tidak hanya harta kekayaan, kesehatan juga sebuah investasi. Untuk apa harta berlimpah ruah namun kondisi fisik sakit-sakitan dan harus diderita seumur hidup. Kesempatan hidup tidak datang dua kali !
Mari belajar sehat untuk kualitas hidup yang lebih baik !
Referensi :
Kemenkes RI, 2015. Buku Panduan Pelaksanaan IVA dan SADANIS. Jakarta.
Keputusan Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2016.