Retensi Urin šŸ˜€

seorang wanita 60th datang dengan keluhan tidak bisa kencing sejak 1 hari yll… šŸ¤”

Pengertian

Retensi urin ialah kondisi akut maupun kronis ketidakmampuan untuk mengeluarkan urin yang adekuat secara sadar.1 Retensi urin lebih banyak terjadi pada laki-laki.

Epidemiologi

Diperkirakan angka kejadian retensi urin pada laki-laki 4,5-6,8 per 1000 orang/tahun dan pada usia 80 tahun angka kejadian retensi urin dapat meningkat hingga 300 per 100 orang/tahun. Berbeda dari insidensi retensi urin laki-laki, pada wanita insidensinya hanya 7 tiap 1000 orang per tahun. 1

Etiologi1

1.obstruksi

Benign Prostate Hyperplasia menjadi faktor tersering terjadinya retensi urin dengan prevalensi 53%

2.infeksi dan inflamasi

Pada kondisi infeksi dapat menimbulkan edema pada uretra atau vesica urinari.

3.iatrogenik

ada dua kondisi yang sering menyebabkan iatrogenic retensi urin yaitu efek samping setelah operasi dan efek obat.

obat yang berkaitan dengan retensi urin misalnya golongan antiaritmia, antikolinergik, antidepresan dll.

4.neurogenik

dapat disebabkan gangguan saraf central maupun perifer yang berdampak pada gangguan sistem saraf otonom dan somatik yang berperan dalam proses berkemih. Contoh kasus pada pasien diabetic cystopathy, atau pada pasien post spinal cord injury.

sumber1

Cara diagnosis2

dengan menilai post void residual /PVD (urin sisa dalam vesika urinaria setelah berkemih). Jika volume urin PVD > 300mL dapat dicurigai retensi urin.

Evaluasi2 : Jika pasien tidak dapat berkemih, volume urin 15 menit setelah pemasangan kateter > 400mL , kateter dapat ditinggal. Jika volume sisa urin 200mL-400mL –> dapat diiambil atau ditinggal tergantung kondisi. Jika urin PVD < 200mL –> kateter urin dapat dilepas dan kemungkinan diagnosis bukan retensi urin.

Terapi/ managemen2 :

Terapi untuk pasie dengan retensi urin ialah dengan pemasangan kateter.

pemasangan kateter urin ini dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. kateter suprapubik (dilakukan jika terdapat kontraindikasi pemasangan keteter uretra)
  2. kateter uretra

komplikasi2:

-gagal ginjal akut

-infeksi saluran kencing

Sumber :

1Serlin DC, Heidelbaugh JJ, Stoffel JT. Urinary Retention in Adults: Evaluation and Initial Management. Am Fam Physician. 2018 Oct 15;98(8):496-503. PMID: 30277739.

2Dougherty JM, Rawla P. Female Urinary Retention. [Updated 2021 Dec 12]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538497/

avatar Tidak diketahui

Penulis: Hanifah Az Zahrah

HUMAN

Tinggalkan komentar