Diabetes Mellitus

Tulisan untuk awam

Orang dengan diabetes mellitus bertambah dari tahun ke tahun. . Menurut WHO pertambahan orang dengan diabetes di dunia sebanyak 108 juta di tahun 1980 menjadi 422 juta di tahun 2014.

Indonesia menempati posisi 7 di dunia jumlah penderita DM sebanyak 10,7 juta orang di tahun 2019 berdasar IDF.

Diabetes juga menjadi komorbid ke dua atau sebanyak 10,4% yang bertanggung jawab atas kematian pasien covid 19 di Indonesia. (Data diakses 1/12/2020 website covid 19 Indonesia)

Diabetes Mellitus atau yang biasa disebut kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal.

Kadar gula darah di atas normal jika kadar gula darah acak ≥ 200 mg/dL atau kadar gula darah puasa ≥ 126 mg/dL atau apabila kadar HbA1C ≥ 6,5%

Mengapa kadar gula darah bisa melebihi batas normal? hal ini disebabkan berkurangnya produksi dari hormon insulin (hormon yang mengatur gula darah) dan ketidakefektifan sel-sel tubuh memasukkan gula ke sel (resistensi insulin).

Diabetes Mellitus dapat terjadi pada siapapun.. dari anak kecil hingga dewasa, ibu hamil pun juga bisa..

Diabetes Mellitus (DM) di bagi menjadi 4

DM tipe 1 = Dikarenakan kerusakan sel beta pankreas (produsen hormon insulin) sehingga pada pasien dengan DM tipe 1 ini absolut butuh suntik insulin seumur hidupnya. Penyebabnya bisa dari autoimun dan idiopatik (penyebabnya belum diketahui)

DM tipe 2 = Dikarenakan kombinasi dari berkurangnya produksi hormon insulin dan terjadinya resistensi insulin.

DM tipe lain = Dikarenakan penyakit lain , misal karena infeksi, kelainan genetik.

DM gestasional = DM yang terjadi pada kehamilan. Bisa ditandai dengan berat janin yang besar, lebih dari 4000 gram.

Pada tulisan ini yang saya bahas ialah DM tipe 2.

Lalu bagaimana keluhan klasik DM ?

  1. Mudah lapar (Polifagi)
  2. Mudah haus (Polidipsi)
  3. Sering kencing (Poliuri)
  4. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

keluhan lainnya : mulai terasa baal/kesemutan di tangan / kaki (neuropati), mata buram, gatal di vulvavagina, luka yang tidak kunjung sembuh.

Bagaimana mengendalikan Diabetes Mellitus ?

1 Edukasi

Para panayndang DM dipahamkan mengenai gaya hidup sehat, serba serbi penyakitnya, komplikasi serta penanganannya, dsb.

2 Nutrisi

Seimbangkan nutrisi, pastikan asupan karbohidrat, protein, lemak sudah sesuai, serta tingkatkan makanan berserat seperti buah dan sayuran. Batasi konsumsi gula dan garam . Jika perlu minum-minuman tawar saja, tanpa gula. Minum air putih 1,5-2 L/ hari atau 8-10 gelas / hari.

Apakah makanan yang selama ini saya konsumsi perlu diubah?

cara menjawabnya cukup mudah..

Hitunglah Indeks Masa Tubuh (IMT) Anda.. Bagaimana caranya?

IMT= Berat Badan (dalam Kg) : (Tinggi Badan (dalam m)2 (dikuadratkan)

Contoh kasus, misalnya

Ani memiliki berat badan 60 Kg dan tinggi badan 160 cm.. Apakah berat badan Ani sudah sesuai? atau Ani perlu diet?

Jawabannya :

Hitung terlebih dahulu IMT Ani..

IMT Ani = BB Ani (Kg)/ TB Ani m2

Sebelum masuk ke rumus, Ubah terlebih dahulu Tinggi Badan Ani dari satuan centimeter ke satuan meter. TB Ani = 160 cm = 1,6 m

IMT Ani = 60 Kg/ (1,6 m)2

IMT Ani = 60 Kg/ 2,56 m2

IMT Ani = 23,43 Kg/m2

Jika hasilnya :

IMT < 18,5 Kg/m2 –> artinya Berat Badan Anda kurang

IMT =18,5-22,9 Kg/m2 –> artinya Berat Badan Anda sudah sesuai/normal

IMT ≥ 23,0 Kg/m2 –> artinya Berat Badan Anda lebih

Lalu kapan seseorang disebut obesitas ?

Jika IMT 25,0-29,9 Kg/m2 –> Obesitas derajat 1

Jika IMT ≥30 Kg/m2 –> Obesitas derajat 2

3 Aktivitas fisik

Aktivitas fisik yang dianjurkan ialah dengan intensitas sedang dilakukan 3-5x/minggu durasi total 150 menit/ minggu.. Baiknya olah raga yang bersifat aerobik misal jalan cepat, jogging, senam, bersepeda santai. Namun jika Anda memiliki penyakit pada tulang/ persendian misalnya osteoartritis maka jenis olah raga bisa disesuaikan lagi misal dengan berenang, dsb

4 farmakoterapi / Obat

Obat Diabetes ini secara umum dibagi dua yaitu obat minum (oral) dan obat suntik.

Contoh obat minum : metformin, glimipirid, acarbose, pioglitazon dsb

Contoh obat suntik : insulin

Penggunaan obat ini disesuaikan dengan masing-masing pasien.

Semisal kadar GDA awal sama, bisa saja obatnya berbeda karena setiap orang bisa memiliki kondisi yang berbeda. Semisal kondisi A, DM dan sudah diikuti penurunan fungsi ginjal, kondisi B DM tanpa komplikasi, kondisi C DM dengan penyakit asam lambung/ gastritis, kondisi si D DM dengan TBC.. Konsultasikan obat yang Anda konsumsi dengan dokter.

5 Monitoring

Monitor gula darah puasa , gula darah 2 jam setelah makan, dan HbA1C..

Seberapa sering? selama masih belum terkontrol baik gula darahnya lakukan pengecekan gula darah setiap hari. Jika Sudah terkontrol Anda bisa melakukan cek gula darah puasa/ acak setiap bulan.

Lalu kapan mengukur HbA1C? Setiap 3 bulan.

Apa itu HbA1C? Gula yang terikat di Hemoglobin selama 3 bulan terakhir..

Ingat berapa umur sel darah merah?

Apa saja target yang harus dikontrol dari penderita DM ?

Tabel Sasaran Pengendalian DM (Perkeni,2015)

Sumber :

WHO

Perkeni 2015

avatar Tidak diketahui

Penulis: Hanifah Az Zahrah

HUMAN

Tinggalkan komentar