
DEFINISI
Peradangan pada cairan dan jaringan intraokular.
PENYEBAB
a. Endogen : Bacterial or fungal endogenous chorioretinitis +/- vitritis
b. Eksogen : Setelah tindakan pada mata (Acute Postoperative,Chronic Postoperative,Filtering Bleb-Associated, After Intravitreal Injections), trauma open globe injury, Ulkus kornea

ANAMNESIS
-nyeri (74%)
-mata merah (82.1%)
-penurunan tajam penglihatan (94.3%)
-kelopak mata bengkak (34.5%)
-adanya sekret putih/kuning pada mata
-Riwayat trauma? kelilipan?
-Riwayat prosedur pembedahan/tindakan pada mata?
PEMERIKSAAN
- penurunan visus (LP 26% )
- Anterior chamber : edem palpebra, hiperemis conjungtiva, kemosis, edem kornea, hipopion (85% ), ulkus kornea, media keruh (79%),
- USG
- Kultur + Uji sensitivitas
TATA LAKSANA
*Terapi bergantung pada derajat keparahan endoftalmitis
- Vitrektomi
- Injeksi antibiotik intravitreal
- Antibiotik sistemik (Systemic ceftazidime, cefazolin, ciprofloxacin, gatifloxacin3 and moxifloxacin have been shown to penetrate the blood ocular barrier efficiently.)
- Kortikosteroid
- Bagaimana jika di FKTP mendapati pasien dengan curiga endoftalmitis (Kompetensi :2) ?
Segera diagnosis dan rujuk pasien ke Sp.M (utamanya supspesialis Vitreoretina) karena endoftalmitis ini sight threatening. Tata laksana awal yang dapat diberikan ? bersihkan sekret, beri tetes antibiotik topikal + bebat kassa (tidak perlu ditekan) , beri antibiotik oral sistemik (ciprofloxacin ada ya di FKTP 😉 ), beri analgetik oral jika pasien nyeri, lalu as soon as possible pasien rujuk ke Sp.M. Endoftalmitis memang tidak life threatening namun semakin kita menunda terapi ke Sp.M prognosis penglihatan pasien bisa semakin buruk serta risiko infeksi yang semakin luas.
Sumber :