
Erosi kornea ialah defek epitel pada kornea.
5 lapis kornea : epitel, basement membrane, stroma, descement membrane, endotelial.
penyebab erosi kornea:
- Trauma mekanis (penggunaan contact lense, corpus alienum, dsb)
- Terpapar/ Eksposure (ex : lagophtalmus, Kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga kornea kering terpapar udara luar)
- UV
- Penurunan produksi air mata
- Defisiensi limbal stem cell
- Infeksi
- Penyalahgunaan topikal anestesi
- Neurotrophic keratopathy
Anamnesis
- Sensasi mata terasa mengganjal
- Mata merah, nyeri, dan berair
- Penglihatan buram
- sensitif terhadap cahaya
Pemeriksaan Fisik
- Visus
- Pemeriksaan mata segmen anterior, (jangan lupa eversi palpebra superior apakah ada corpu alienum?–> jika ada ekstraksi dengan cotton bud)
- Flouresence test positif–> perubahan warna kuning/hijau dengan sinar cobalt blue, menunjukkan adanya defek epitel kornea
Terapi
Kompetensi DU ialah 2 -mendiagnosis dan merujuk- (SKDI, 2013).
Jadi bagaimana penanganan awal sebelum dirujuk ke TS Sp.M?
Berikan salep antibiotik pada mata dan bebat kassa. KIE tidak menggunakan contact lense dahulu.
Beri antinyeri (kalau perlu)
Komplikasi
- kornea keruh + scarrs
- Keratitis
- Penurunan visus

Sumber
Corneal Abrasion and Erosion – American Academy of Ophthalmology (aao.org)