Erosi Kornea (H.18)

Erosi kornea ialah defek epitel pada kornea.

5 lapis kornea : epitel, basement membrane, stroma, descement membrane, endotelial.

penyebab erosi kornea:

  1. Trauma mekanis (penggunaan contact lense, corpus alienum, dsb)
  2. Terpapar/ Eksposure (ex : lagophtalmus, Kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga kornea kering terpapar udara luar)
  3. UV
  4. Penurunan produksi air mata
  5. Defisiensi limbal stem cell
  6. Infeksi
  7. Penyalahgunaan topikal anestesi
  8. Neurotrophic keratopathy 

Anamnesis

  • Sensasi mata terasa mengganjal
  • Mata merah, nyeri, dan berair
  • Penglihatan buram
  • sensitif terhadap cahaya

Pemeriksaan Fisik

  • Visus
  • Pemeriksaan mata segmen anterior, (jangan lupa eversi palpebra superior apakah ada corpu alienum?–> jika ada ekstraksi dengan cotton bud)
  • Flouresence test positif–> perubahan warna kuning/hijau dengan sinar cobalt blue, menunjukkan adanya defek epitel kornea

Terapi

Kompetensi DU ialah 2 -mendiagnosis dan merujuk- (SKDI, 2013).

Jadi bagaimana penanganan awal sebelum dirujuk ke TS Sp.M?

Berikan salep antibiotik pada mata dan bebat kassa. KIE tidak menggunakan contact lense dahulu.

Beri antinyeri (kalau perlu)

Komplikasi

  • kornea keruh + scarrs
  • Keratitis
  • Penurunan visus

*Contoh sikatrik (bekas luka ) pada kornea.. fl test –> negatif

Sumber

Corneal Abrasion and Erosion – American Academy of Ophthalmology (aao.org)

Recurrent Corneal Erosion – EyeWiki (aao.org)

avatar Tidak diketahui

Penulis: Hanifah Az Zahrah

HUMAN

Tinggalkan komentar