
ICD X H40.2= Primary Angle Closure Glaucoma (PACG)
Kompetensi 3B
Glaukoma adalah penyakit dengan karakteristik neuropati optik, penurunan lapang pandang yang progresif, dan disertai peningkatan tekanan intra okular. (Normal TIO 10-21 mmHg)
Glaukoma sudut tertutup akut terjadi bila ada peningkatan TIO yang cepat (umumnya 45-75mmHg) akibat blok mendadak dari trabecular meshwork.
Anamnesis
- Mata merah
- Tajam penglihatan turun mendadak
- Rasa sakit atau nyeri pada mata yang dapat menjalar ke kepala
- Mual dan muntah (pada tekanan bola mata yang sangat tinggi)
Pemeriksaan Fisik
- Visus turun
- Tekanan intra okular meningkat
- Konjungtiva bulbi: hiperemia kongesti, kemosis dengan injeksi
silier, injeksi konjungtiva - Edema kornea
- Bilik mata depan dangkal
- Pupil mid-dilatasi, refleks pupil negatif
Diagnosis Banding:
(mata merah visus turun)
- Uveitis Anterior
- Keratitis
- Ulkus Kornea
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan kasus glaukoma pada layanan tingkat pertama
bertujuan menurunkan tekanan intra okuler SESEGERA mungkin dan
kemudian MERUJUK ke dokter spesialis mata di rumah sakit.
- Non-Medikamentosa
Pembatasan asupan cairan untuk menjaga agar tekanan intra
okular tidak semakin meningkat - Medikamentosa
a. Asetazolamid HCl 500 mg, dilanjutkan 4 x 250 mg/hari. (kontraindikasi pasien dengan komorbid sirosis hepatis, renal failure, PPOK berat)
*Cairan hiperosmotik : Jika TIO > 60mmHg pertimbangkan agen hiperosmotik , dapat diberikan gliserin 1-1,5 cc/kgBB peroral, syarat GDA pasien < 200mg/dL, atau manitol 20% 1-1,5cc/kgBB IV. Obat hiperosmotik hanya dapat diberikan di fasilitas kesehatan yang memiliki pemantauan memadai untuk kondisi sistemik pasien.
b. KCl 0.5 gr 3 x/hari.
c. Timolol 0.5%, 2 x 1 tetes/hari. (Jika pasien memiliki riwayat asma , ganti dengan tetes mata beta bloker selektif ex : betaxolol)
d. Tetes mata kombinasi kortikosteroid + antibiotik 4-6 x 1 tetes sehari
e. Terapi simtomatik (antinyeri (kp), antimuntah(kp), dsb)