Kejang demam ialah kejang yang terjadi dengan didahului demam yaitu suhu >38oC atau > 100.4oF , kejang demam dapat terjadi pada anak usia 6-60 bulan/5 tahun, serta tanpa didasari penyebab infeksi saraf pusat, gangguan elektrolit, trauma kepala, dan epilepsi. Mengapa? karena pusat pengaturan suhu tubuh pada saraf pusat anak di bawah 5 tahun masih belum ‘matang’. Jadi hal tersebut wajar/bisa saja terjadi.
Apakah kejang demam dapat diturunkan secara genetik dari orang tua?
10-20% first-degree relatives (orang tua/ saudara kandung) memiliki pengalaman kejang demam.
Apa yang harus dilakukan saat anak kejang demam?
- Tetap tenang dan tidak panik.
- Longgarkan pakaian yang ketat terutama di sekitar leher.
- Bila anak tidak sadar, posisikan anak miring. Bila terdapat muntah, bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung.
- Walaupun terdapat kemungkinan (yang sesungguhnya sangat kecil) lidah tergigit, jangan memasukkan sesuatu kedalam mulut.
- Ukur suhu, observasi, dan catat bentuk dan lama kejang.
- Tetap bersama anak selama dan sesudah kejang.
- Berikan diazepam rektal (lewat dubur) bila kejang masih berlangsung lebih dari 5 menit. Jangan berikan bila kejang telah berhenti. DIAZEPAM REKTAL hanya boleh diberikan SATU KALI oleh ORANG TUA.
Cara pemberian diazepam rektal

1. miringkan anak, lepas celana, buka pantat 
2. masukkan diazepam rektal ke dalam dubur 
3. dekatkan pantat anak, supaya obat diazepam terserap di dubur
Kapan perlu memeriksakan anak kejang demam ke dokter/ rumah sakit?
-Jika kejang berlangsung 5 menit atau lebih
-Suhu tubuh lebih dari 40oC
-Kejang tidak berhenti dnegan diazepam rektal
-Kejang hanya satu bagian tubuh saja. (misal kejang tangan saja, kaki saja, dsb)
-Setelah kejang anak tidak sadar atau terdapat kelumpuhan
Cara mencegah berulangnya kejang demam :
Siap sedia termometer di rumah,
-saat suhu anak mulai > 37,5oC segera berikan parasetamol (sesuai dosis), pemberian parasetamol bisa setiap 4 jam jika diperlukan.
-Saat suhu anak >38,5 berikan obat antikejang dari dokter (jika tersedia)
Referensi :
IDAI,2016. Rekomendasi Penatalaksanaan Kejang Demam.