Ulkus Kornea (H16.0)

Ulkus kornea adalah defek epitel hinga melibatkan dasar stroma pada kornea. Umumnya disebabkan proses infeksi.

Penyebab

  • Bakteri : Staphylococcus aureus, coag negative staphylococcus, and Pseudomonas aeruginosa. Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus fusarium , spesies paling sering pada polimikrobial keratitis terkait dengan trauma.
  • Virus : HSV (paling sering). Varicella-zoster and cytomegalovirus (lebih jarang)
  • Fungal : Penyebab 5-10% infeksi kornea. umumnya diawali trauma kornea terkena tumbuhan. Organisme penyebab : AspergillusFusariumScedosporium apiospermumphaeohyphpmycetesCandida albicans, and other Candida species
  • Protozoa : Acanthamoeba, dapat ditemukan di air atau tanah. menyebabkan keratitis dan ulkus kornea pada pengguna contact lense
  • Autoimmune disease : Peripheral keratitis ulcerative (PUK) bentuk keratitis non infeksi yang terkait dengan penyakit sistemik. Penyakit sistemik : Rheumatoid arthritis, Wegener granulomatosis, relapsing polychondritis, polyarteritis nodosa, Churg-Strauss syndrome, and microscopic polyangiitis.

Faktor Risiko

  • Pengguna contact lense
  • Pasien dengan cold sore, chiken pox, dan shingles (zoster)
  • Pengguna tetes mata steroid
  • Pasien dengan mata kering/ Dry Eye Syndrome
  • Pasien dengan gangguan pada kelopak mata ex: lagophthalmus pada bell’s palsy, entropion-> pseudotrikiasis.
  • Pasien dengan luka bakar pada kornea
  • Pasien dengan penyakit autoimun
  • Komorbid diabetes mellitus

Pencegahan

  • menjaga kebersihan pada penggunaan lensa kontak
  • Lubrikasi (pemberian artificial tears) bola mata untuk mencegah mata kering
  • Operasi pada kelainan kelopak mata

Gejala

  • Mata merah
  • Mata dengan nyeri berat
  • Terasa mengganjal pada mata
  • Mata berair
  • Sekret ++
  • Mata buram
  • Sensitif pada cahaya
  • Bengkak kelopak mata
  • Lesi putih pada kornea

Pemeriksaan fisik

  • Visus
  • Respon pupil
  • konjungtiva (kemosis? injeksi silier?)
  • Fluoresens test (menghitung ukuran defek/ulkus)/ Siedel test ( menentukan ada perforasi/tidak?)
  • Tekanan intraokular (Jika tidak ada tanda ruptur bola mata atau perforasi ulkus)

Terapi

Terapi sesuai etiologi.

Jika berada di FKTP, beri antibiotik topikal mata dan bebat kassa mata pasien dengan kassa. Rujuk segera ke Sp.M

Komplikasi

  • Sikatrik kornea, vaskularisasi, atau perforasi
  • Glaukoma
  • Astigmatisme ireguler
  • katarak
  • endoftalmitis
  • kebutaan / vission loss

Sumber :

Corneal Ulcer – StatPearls – NCBI Bookshelf (nih.gov)

What Is a Corneal Ulcer (Keratitis)? – American Academy of Ophthalmology (aao.org)

avatar Tidak diketahui

Penulis: Hanifah Az Zahrah

HUMAN

Tinggalkan komentar