The Silent Killer; Krisis Hipertensi

Krisis hipertensi ialah keadaan klinis yang ditandai tekanan darah yang sangat tinggi dengan kemungkinan akan atau telah terjadi gangguan organ target.

Krisis hipertensi dibagi menjadi dua

  1. Hipertensi darurat (HT Emergency)
  2. Hipertensi mendesak (HT Urgency)

Berikut ini tabel tata laksana Krisis HT

KelompokHT BiasaHT UrgencyHT Emergency
Tekanan Darah (mmHg)>180/110>180/110>220/140
Gejalatidak ada, kadang sakit kepala, gelisahsakit kepala hebat, sesak napassesak napas, nyeri dada, kacau, gangguan kesadaran
Pemeriksaan fisiktidak ada kelainan organ targettidak ada kelainan/ kerusakan organ target yang progresif.ensefalopati, edema paru, gangguan fungsi ginjal, CVA, iskemik jantung
Pengobatanawasi 1-3 jam mulai, teruskan obat oral, naikkan dosisawasi 3-6 jam , obat oral kerja jangka pendekpasang jalur intravena, periksa laboratorium standar, terapi obat intravena
Rencanaperiksa ulang dalam 3 hariperiksa ulang dalam 24 jamrawat ruangan/ICU
PAPDI, 2015

Target penurunan tekanan darah yaitu 25% MAP..

MAP (Mean Arterial Pressure)= (2Diastolik+Sistolik)/3

Pilihan Terapi

ObatDosisEfek Lama KerjaPerhatian khusus
Nifedipin 5-10mgdiulang/ 15′5-15 ‘4-6 jamgangguan koroner
Kaptopril 12,5-25mgdiulang/30′15-30′6-8 jamstenosis a. renalis
Klonidin 75-150ugdiulang/60′30-60′8-16 jammulut kering, ngantuk
Propanolol 10-40mgdiulang/30′15-30′3-6 jambronkokonstriksi, blok jantung
Klonidin IV 150ug6amp/250cc glukosa 5% mikrodrip30-60′24 jamensefalopati dengan gangguan koroner
Nitrogliserin IV10-50ug 100ug/cc per 500cc2-5′5-10′
Nikardipin IV0,5-6ug/kg/menit1-5′15-30′
Diltiazem IV5-15ug/kg/meni
Nitroprusid IVo,25uglangsung2-3′selang infus lapis perak
PAPDI, 2015

avatar Tidak diketahui

Penulis: Hanifah Az Zahrah

HUMAN

Tinggalkan komentar