Dalam kehidupan sehari-hari bisa saja terjadi, datang seorang pasien dengan keluhan baru saja matanya terkena bahan kimia rumah tangga (porstek, rinso, disinfektan, berbagai cairan pembersih lainnya), atau seorang pekerja dengan keluhan mata terkena bahan kimia di pabrik, atau juga yang ekstrim mata terkena semburan bisa ular, dsb. Semua hal tsb itu dapat dikategorikan sebagai trauma kimia mata.
Trauma kimia pada mata merupakan kegawatdaruratan absolut di bidang mata.
Senyawa yang menyebabkan trauma kimia ini dapat bersifat asam maupun basa.
Kerusakan jaringan akibat senyawa basa lebih ekstensif dibanding asam.
Mengapa?
karena pada trauma kimia asam dapat terjadi koagulasi protein sehingga ‘memblok’ kerusakan jaringan lebih dalam. Sedangkan pada senyawa yang bersifat basa, bersifat lipofilik, kerusakan jaringan yang terjadi lebih cepat dibanding asam. Pada trauma basa terjadi proses saponifikasi asam lemak membran sel, penetrasi lapisan stroma, dan merusak proteoglikan dan kolagen. Jaringan yang rusak mensekresi enzim proteolitik sehingga kerusakan yang terjadi lebih dalam.1
ASAM
| Zat | Komposisi kimia | Terdapat pada |
| Sulfuric acid | H2SO4 | aki mobil |
| Sulfurous acid | H2SO3 | pemutih |
| Hidrofluoric acid | HF | pembersih kaca |
| Acetic acid | CH3COOH | asam cuka |
| Hicrochloric acid | HCl | air kolam renang |
BASA
| Zat | Komposisi Kimia | Terdapat pada |
| Ammonia | NH3 | cairan pembersih |
| Potassium Hydroxide | KOH | caustic potash contoh dalam baterai alkaline |
| Lye | NaOH | Drain cleaner |
| Magnesium Hydroxide | Mg(OH)2 | bahan kembang api |
| Lime | Ca(OH)2 | mortar ,plester, semen, air kapur |
Anamnesis :
Riwayat mata terkena bahan kimia ? jenis? onset? keluhan saat ini? riw. obat tetes mata sebelumnya?
Pemeriksaan :
sebelumnya, demi kenyamanan pasien, mata pasien diberi pantocain
Pemeriksaan dengan kertas pH pada ke dua mata. Jika tidak ada kertas pH bisa menggunakan kertas lakmus untuk sekedar mengetahui zat kimia bersifat asam atau basa.
Segera irigasi dengan kristaloid (RL/NaCl) sebanyak 2 L atau 4 flash 500mL (kanski, 2016) pada satu mata. Minta pasien untuk menggerakkan bola mata ke segala arah, supaya cairan dapat mengirigasi hingga ke forniks. Jika ada corpus alienum dapat diambil dengan cotton bud (ingat arah menjauhi sentral).
-evaluasi ulang pH mata.
-kemudian fluoresen test untuk mengetahui luas erosi.
-cek visus dengan snellen chart dan TIO jika ada alatnya.
lakukan pemeriksaan anterior chamber dengan penlight
Evaluasi dengan Roper Hall Classification
| Grade | Prognosis | Cornea | Conjunctival/Limbus |
| I | Good | Corneal epithelial damage | No limbal ischaemia |
| II | Good | Corneal haze, iris details visible | <1/3 limbal ischaemia |
| III | Guarded | Total epithelial loss, stromal haze, iris details obscured | 1/3-1/2 limbal ischaemia |
| IV | Poor | Cornea opaque, iris and pupil obscured | > 1/2 limbal ischaemia |
Terapi
Standard treatment :
-Antibiotik –> salep mata antibiotik
-Agen siklopegik –> atropin/ cyclopentolat
-Artificial tears–> untuk lubrikasi mata, dan sebaiknya yang tanpa preservative agent. Pilih artificial tears yang minidose.
-Steroid drops ->pada minggu pertama trauma untuk menekan inflamasi dan mencegah kerusakan kornea lebih jauh. –> saran saya untuk penggunaan2 steroid topikal mata konsul dahulu ke sp.m.. kalau tidak ada sp.m nya lebih baik jangan diberikan.
*yang penting ada di FKTP salep mata antibiotik bisa diberikan dahulu, tutup mata dengan kasa. –> rujuk ke Sp.M
Terapi lain :
-Oral Vit c –> membantu sintesis kolagen dan menurunkan tingkat ulserasi. oral 2g/hari dibagi 4x sehari
-Oral Doksisiklin –> untuk mengurangi efek matrix metaloproteinase (MMP) yang mendegradasi kolagen tipe 1.
Dengan melakukan tata laksana awal yaitu irigasi mata dengan cairan kristaloid setidaknya kita bisa mendilusi kepekatan dan pH senyawa kimia yang mengenai mata.
Sumber : 1https://eyewiki.aao.org/Chemical_(Alkali_and_Acid)_Injury_of_the_Conjunctiva_and_Cornea

