Dislipidemia

Dislipidemia menjadi salah satu faktor risiko terjadinya aterosklerosis. Aterosklerosis menjadi patofisiologi berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular, stroke, obstruksi pembuluh darah perifer dsb. Lalu bagaimana kita bisa memberikan terapi secara optimal?

Apakah setiap orang memiliki cut off yang sama untuk kontrol lipid? apakah <200 mg/dL patokan untuk semua orang dikatakan kolesterol terkontrol?

  • Definisi dislipidemia

Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid di dalam darah.

Klasifikasi Kadar Lipid Serum berdasarkan NCEP III

Kolesterol Total (mg/dL)
<200Optimal
200-239Diinginkan
>=240Tinggi
Kolesterol LDL (mg/dL)
<100Optimal
100-129Mendekati optimal
130-159Diinginkan
160-189Tinggi
>=190Sangat Tinggi
Kolesterol HDL (mg/dL)
<40Rendah
>=60Tinggi
Trigliserid (mg/dL)
<150Optimal
150-199Diinginkan
200-499Tinggi
>=500Sangat Tinggi
  • Pendekatan tata laksana dislipidemia

Pendekatan tata laksana dislipidemia dapat dimulai dari penggalian faktor risiko dan penyakit kronis yang diderita pasien. Setelah mengetahui faktor risiko pasien, kemudian kita menentukan LDL awal pasien dan menentukan target LDL pasien.

sumber

RiskLDL-C (mg/dL)Non HDL-C (mg/dL)
Very High Risk Group
– Coronary Artery Disease
– Atherosclerotic stroke and TIA
-Peripheral artery disease
<70<100
High Risk Group
-Carotid artery disease
-Aneurysm aorta
-Diabetic
<100<130
Moderate Risk Group
– Two or major risk factors
<130<160
Low Risk Group
-One or fewer risk factors
<160<190
  • Risk Factors : Age (male ≥ 45 years, female ≥ 55 years), family history of premature coronary artery disease, hypertension, smoking, hypo-HDL-C

Life style modification :

  • Diet

Pada pasien dengan kadar LDL tinggi dapat dianjurkan untuk mengurangi lemak jenuh dan meningkatkan lemak tak jenuh. Pada pasien dengan tinggi kadar trigleserida perlu dikurangi asupan karbohodrat, alkohol, dan lemak. Minta pasien untuk mengurangi/ berhenti merokok.

Untuk makanan yang dianjurkan2 ; 1.)fitosterol (vegetable oils,vegetables, fresh fruits, nuts, grains, and legumes–> fitosterol berkompetisi dengan kolesterol dalam penyerapan intestinal sehingga mempengaruhi level total kolesterol), 2.)Monacolin and red yeast rice (RCT in patients with ASCVD, a partially purified extract of RYR reduced recurrent events by 45%, hypocholesterolaemic effect (up to a 20% reduction). 3.) Diet berserat (evidence consistently demonstrates a TC- and LDL-C-lowering effect of β-glucan, a viscous fibre from oat and barley). 4.) Kedelai (The cholesterol-lowering effect of soy is generally attributed to its isoflavone and phytoestrogen content, which decreases progressively with the increasing degree of soybean processing). 5) Policosanol and berberine. 6) n-3 unsaturated fatty acids –>(Observational evidence indicates that consumption of fish (at least twice a week) and vegetable foods rich in n-3 fatty acids (α-linoleic acid is present in walnuts, some vegetables, and some seed oils) is associated with lower risk of CV death and stroke, but has no major effects on plasma lipoprotein metabolism)

Berikut ini contoh diet berdasar ESC 2019 :

  • Berat Badan dan Aktivitas Fisik

Pada seseorang dengan berat badan lebih, peningkatan berat badan 5-10% berat badan dapat menimbulkan abnormalitas lipid dan mempengaruhi faktor risiko kardiovaskular.

Penurunan berat badan dapat dialkukan dengan cara defisit kalori 300-500kcal/hari. Intervensi pengubahan gaya hidup ini harus dilakukan kombinasi diet dan olah raga. Pendekatan ini untuk mendapatkan perbaikan paling baik pada performa fisik dan kualitas hidup, dan mitigasi penurunan masa otot dan tulang, terutama pada kelompok yang lebih tua.

Selain itu berikan saran untuk pasien teratur berolah raga intensitas sedang dengan durasi minimal 30 menit/hari, meskipun tidak dalam kategori overweight. (intensitas sedang misal : jogging, sepeda, berenang dsb)

Terapi farmakologi:

Jenis ObatLDL-CHDL-CTrigliserida
Statin⬇18-55%⬆5-15%⬇7-30%
Resin⬇ 15-30%⬆3-5%
Fibrat⬇5-25%⬆10-20%⬇20-50%
Asam Nikotinat⬇5-25%⬆15-35%⬇20-50%
Ezetimibe⬇17-18%⬆3-4%
KMK 514,2015

Pada kasus hipertrigliseridemia, jika TG >= 500mg/dL dapat menjadi faktor risiko terjadinya pankreatitis akut. Mulai terapi dengan memberikan Fibrat atau omega-3.

PAPDI,2015

Setiap memberikan terapi pasien sebaiknya individualisasi, disesuaikan dengan kondisi pasien. Untuk High Intensity Statin contohnya Atorvastatin dan Rosuvastatin.

Terapi dislipidemia yang ada di FKTP alhamdulillah masih ada simvastatin 20 mg (moderate intensity statin).

Yang paling penting sebelum terapi obat/farmakologi ialah bagaimana membuat pasien bisa enjoy dengan modifikasi gaya hidup sehat yang kita sarankan. Karena seumpama obat statin sekalipun yang paling bagus kita berikan tapi kalau pasien tidak bisa memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat/ menolak gaya hidup sehat tentu target terapi kita akan sulit tercapai. Jangan lupa juga untuk follow up profil lipid pasien dislipidemia setiap bulan.

Untuk pasien DM, yang perlu di follow up ABC

A1C, Blood Pressure, Cholesterol (Profil lipid) setiap 3 bulan.

Jika setting FKTP follow pasien DM tiap bulan

-GDP, G2PP (Beli saja glukosa anhidrat karena lebih valid secara takaran glukosa yang masuk dibanding meminta pasien makan –> karena makanannya pasti sangat bervariasi secara jumlah)

-Blood pressure

-cholesterol (terutama LDL jika tersedia)

Di beberapa webinar banyak membahas SPC (single pil combination) untuk pasien HT. Karena memang secara konsisten terapi obat dengan SPC dapat meningkatkan kepatuhan pasien untuk minum obat secara rutin sehingga efektif menurunkan tekanan darah pasien. di FKTP belum ada ya sediaan antihipertensi SPC.. kalau memang terbukti baik untuk pasien dan cost effective semoga bisa diadakan… Aamiin

*Alhamdulillah era pandemi banyak webinar gratis atau kalaupun bayar affordable sekali.. terima kasih papdi, perkeni, endokrin rscm dll 🙏🙏🙏

Sumber :

  1. Rhee EJ, Kim HC, Kim JH, et al. 2018 Guidelines for the management of dyslipidemia [published correction appears in Korean J Intern Med. 2019 Sep;34(5):1171]. Korean J Intern Med. 2019;34(4):723-771. doi:10.3904/kjim.2019.188
  2. https://academic.oup.com/eurheartj/article/41/1/111/5556353#207091451
  3. KMK 514, PPK Faskes Primer
  4. PAPDI, 2015. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Interna Publishing. Jakarta

avatar Tidak diketahui

Penulis: Hanifah Az Zahrah

HUMAN

Tinggalkan komentar