Hiperurisemia ialah kondisi kadar asam urat darah dikategorikan tinggi apabila nilainya1 :
Laki-laki > 7 mg/dL
Perempuan > 6 mg/dL
Gout adalah radang sendi yang diakbatkan oleh penumpukan kristal monosodium urat (MSU).
Keluhan :
-Bengkak pada sendi ada sensasi rasa panas dan kemerahan
-Nyeri sendi mendadak
-Demam, menggigil, nyeri badan
Faktor Risiko :
-Usia dan jenis kelamin (laki-laki>>)
-Obesitas
-Alkohol
-Hipertensi
-Gangguan fungsi ginjal
-Penyakit metabolik
-Pola diet (konsumsi tinggi purin)
-Obat :aspirin dosis rendah, diuretik, obat TBC (Pirazinamid)

Diklasifikasikan Gout apabila score>=8.
Pasien hiperurisemia asimtomatik2 dianjurkan untuk diberikan terapi farmakologi apabila kadar asam urat > 9mg/dL atau kadar asam urat >8 mg/dL pada pasien dengan komorbid kardiovaskular (gangguan ginjal, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung iskemik).
Terapi Non Farmakologi
a. Minum cukup (8-10 gelas/hari)
b. Mengelola obesitas dan menjaga berat badan ideal.
c. Hindari konsumsi alkohol
d. Pola diet sehat (rendah purin) –> kategori :a. Pantang : jeroan, seafood, mlinjo, b. Dibatasi : kacang dan olahannya, bayam.
e. Latihan fisik sedang 3-5x/minggu2 –> sesuaikan dengan kondisi pasien, hindari latihan fisik yang membuat persendian pasien semakin radang.
Terapi Farmakologi
a. Simptomatik : NSAID, kolkisin, kortikosteroid
b. Obat penurun asam urat : a. Golongan inhibitor Xantin oksidase yaitu Allopurinol dan febuxostat. Dosis Allopurinol 100-800mg, target Asam urat < 6mg/dL1. b. Golongan urikosurik : Probenecid (1-2 g/hari)
Sumber :
1KMK 514 PPK FASKES PRIMER
2IRA,2018. Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Gout. (Klik di sini)