Ileus adalah kondisi gangguan pasase pada usus, baik dalam bentuk sumbatan maupun kelumpuhan/ paralisis intestinal yang menyebabkan akumulasi isi intestinal di area proksimal sumbatan. 1
Ileus secara anatomi dibagi menjadi letak tinggi dan ileus letak rendah.
Ileus juga dapat dibagi manjadi ileus obstruktif dan ileus paralitik.
Penyebab Ileus Obstruktif 2:
– Adhesi intestinal (>50%)
-Hernia( 25%)
-Lesi inflamasi, intesusepsi, neoplasma, korpus alienum, atresia, stenosis,(25%)
Penyebab Ileus Paralitik 3 :
-Neurogenik (paska operasi, kerusakan medula spinalis, keracunan timbal, kolik ureter, iritasi persyarafan splanikus, pankreatitis)
-Metabolik (gangguan keseimbangan elektrolit terutama hipokalemia, uremia, komplikasi DM, penyakit sistemik SLE, multiple sklerosis)
-Obat-obatan (Narkotik, antikolinergik, katekolamin, fenotiazin, antihistamin)
-Infeksi (pneumonia, empiema, urosepsis, peritonitis, infeksi berat lainnya)
-Iskemia usus
Ada banyak faktor yang dapat memicu ileus seperti obat antipsikotik (memiliki efek hipomotilitas) terutama clozapin. Kombinasi dengan antipsikotik lainnya dapat meningkatkan hipomotilitas intestinal dan kejadian mengancam jiwa. Progresi dari konstipasi menjadi ileus, obstruksi instestinal , iskemik usus besar, megacolon, dan kematian tidak jarang ditemukan pada penggunaan clozapin. 4
Meski dalam hal ini konstipasi dapat dipengaruhi aktivitas yang kurang / sedentery life , kurang asupan cairan, dan kurang serat.4
Manifestasi Klinis :
Anamnesis :
Perut kembung
Mual
Muntah
Obstipasi
pengalian riwayat pasien seperti riwayat operasi abdomen, obat-obatan , konstipasi kronis, perubahan feses, riwayat kanker dan pengobatannya, penyakit Chron.
Pada pemeriksaan fisik :
bising usus menurun (ileus paralitik)
metallic sound (ileus obstruktif)
ditemukan tanda peritonitis
Pemeriksaan penunjang :
Darah lengkap, ureum, kreatinin, amilase, elektrolit, urinalisis
Rontgen abdomen (dapat ditemukan gambaran step ladder, herring bone, air fluid level)
USG
CT SCAN (jika diameter lumen >25 mmdan terlihat transitional zone antara lumen dilatasi dan lumen kolaps.
Tata laksana :
Ileus paralitik : konservatif dan suportif, dapat dilakukan dekompresi (dengan NGT), menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, memberikan terapi primer, dan memberikan nutrisi yang adekuat. Beberapa obat yang dapat dicoba metoklopramid bermanfaat untuk gastroporesis, sisaprid untuk ileus paralitik post operasi, klonidin untuk ileus paralitik karena obat-obatan.3
penatalaksanaan operatif jika diterapi secara non operatif menjadi obstruksi complicated. Tanda obstruksi complicated : demam, takikardia, leukositosis, nyeri tekan terlokalisir, nyeri abdomen yang menetap, dan peritonitis.
Apabila ada 3 dari tanda tersebut, maka kemungkinan terjadi obstruksi strangulata sebanyak 82%. Jika terdapat 4 tanda hampir 100% terjadi obstruksi strangulata2
Komplikasi2 :
- Dehidrasi
- Gangguan keseimbangan elektrolit
- Gangguan vaskularisasi usus dan nekrosis usus
- Perforasi usus
- Infeksi intraabdominal
- Sepsis
Referensi :
1Vilz TO, Stoffels B, Strassburg C, Schild HH, Kalff JC. Ileus in Adults. Dtsch Arztebl Int. 2017;114(29-30):508-518. doi:10.3238/arztebl.2017.0508
2EIMED PAPDI 1, 2015
3Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, PAPDI, 2014
4Albuquerque M, Maurício J, Cochat C, Vitória-Silva J. Life-Threatening Antipsychotic-Induced Ileus. Prim Care Companion CNS Disord. 2021 Nov 4;23(6):21cr02961. doi: 10.4088/PCC.21cr02961. PMID: 34738351.

