Keselamatan pasien merupakan hal yang tidak bisa kita pisahkan dari keberadaan Rumah Sakit.
Keselamatan Pasien telah diatur dalam Permenkes 11 Tahun 2017 tentang keselamatan pasien.
Dalam uraian kali ini saya akan membahas terkait 6 sasaran keselamatan pasien, Insiden Keselamatan Pasien, dan sedikit contoh video keselamatan pasien untuk memudahkan pemahaman teman-teman staf yang bekerja di rumah sakit.
enam sasaran keselamatan pasien yang penting ialah sebagai berikut :
- Ketepatan Identifikasi pasien, lakukan identifikasi pasien minimal 2 dari 4 identitas pasien. empat identitas tersebut yaitu nama, tanggal lahir, nomor rekam medis, dan nomor penduduk pasien. Jangan melakukan identifikasi pasien beradasar tempat misalkan pasien ruang 6, atau pasien bed 2 di triase red. dsb karena hal tsb sangat berpotensi kita menjadi salah identifikasi pasien. ketika identifikasi pasien salah/ keliru untuk kelanjutan assesment maupun pemberian obat bisa akan menjadi salah.
- Komunikasi efektif, komunikasi efektif dengan menggunakan SBAR (dengan menulis/melaporkan Situation, Background, Assesment, Recommendation) pasien serta menuliskan hasil dari konsulan dengan TBaK( Tulis, baca, konfirmasi) pada dokter/DPJP.
- Meningkatkan keamanan obat-obatan yang diwaspadai. Dalam hal ini selalu berhati-hati dalam menggunakan obat-obatan high alert medication , lakukan double check pada obat-obatan yang LASA (look alike sound alike). serta lakukan selektif obat-obatan yang perlu direstriksi ex : elektrolit konsentrat.
- Memastikan sisi pembedahan yang benar, prosedur yang benar, dan pembedahan pada pasien yang benar. Penandaan lokasi operasi dengan simbol 0 o/ operator pada pasien. Secara rutin melakukan dan mencatat prosedur “sebelum insisi/ time out sebelum memulai tindakan pembedahan)
- Mengurangi risiko infeksi akibat perawatan kesehatan. Sering kita mendengar HAI’s (Hospital Associated Infection) yaitu infeksi nosokomial , infeksi yang didapat setelah seseorang dialkukan perawatan oleh tenaga kesehatan. pencegahan infeksi ini dapat dengan cara cuci tangan dengan benar. Cuci tangan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu handwash(40″-60″ dengan air mengalir dan sabun) dan handscrub (20″-30″ dengan handrub. Lakukan cuci tangan pada 5 momen ( 2 sebelum, 3 sesudah).
- Mengurangi risiko cedera pasien akibat jatuh. Selalu lakukan assesmen pasien jatuh pada pasien, dapat menggunakan skala morse, humpty dumpty (untuk anak), sidney ( untuk geriatri)
Insiden keselamatan pasien ialah setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada pasien.
secara umum Insiden keselamatan pasien dibagi menjadi 5, yaitu :
- Kondisi Potensi Cedera Signifikan : Kondisi yang sangat berpotensi untuk menimbulkan cedera namun belum terjadi insiden. dikatakan signifikan jika dampak yang ditimbulkan berpotensi mengancam nyawa. misal : defibrilator di IGD rusak, namun belum ada pasiennya.
- Kejadian Nyaris Cedera : terjadinya insiden yang belum terpapar ke pasien. misal : Pasien diberikan racikan obat yang salah, namun belum diminum pasien dan masih sempat dikonfirmasi dan diganti dengan obat yang benar.
- Kejadian Tidak Cedera : Insiden yang sudah terpapar ke pasien namun tidak timbul cedera. misal : dikarenakan di dalam satu ruangan rawat inap kelas 1, terdapat 2 bed. kedua pasien bernama Joko. Joko 1 keluhan diare, Joko 2 keluhan demam. Perawat keliru memberikan obat parasetamol infus ke pasien Joko 1. Setelah diberikan obat Parasetamol infus pasien tidak mengalami keluhan apa-apa.
- Kejadian Tidak diharapkan : insiden yang mengakibatkan cedera pada pasien. contoh : pasien terpeleset di kamar mandi dan terdapat luka lebam di pipi dan luka robek di dahi.
- Sentinel : suatu kejadian tidak diharapkan yang mengakibatkan kematian, cedera permanen, atau cedera berat yang temporer dan membutuhkan intervensi untuk mempertahankan kehidupan, baik fisik maupun psikis, yang tidak terkait dengan perjalanan penyakitatau keadaan pasien. contoh : salah lokasi amputasi pasien, salah cara memasukkan elektrolit konsentrat hingga pasien meninggal.
Yang tidak kalah penting setelah staf kita dapat mengidentifikasi insiden keselamatn pasien adalah membuat sistem pelaporan yang cepat, tanggap, dan akurat.
Berikut buku saku dan video keselamatan pasien.
Semoga bermanfaat, terima kasih 😀😀😀