Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis/menahun yang terjadi karena gula darah seseorang di atas nilai normal (Kriteria diagnosis ADA, GDP > 125mg/dL, G2 jam Post prandial > 200mg/dL. atau HbA1c >= 6,5%). Hal ini dapat terjadi karena kurangnya hormon insulin (hormon yang bertugas memasukkan gula di darah ke dalam sel-sel jaringan tubuh) , karena resistensi reseptor insulin( reseptor insulin di sel/jaringan tubuh sudah tidak peka/ berfungsi baik), ataupun karena keduanya.
Secara umum menurut ADA (American Diabetes Association) dibagi 4 jenis Diabetes Mellitus , yaitu sebagai berikut :
- Diabetes mellitus tipe 1, Diabetes mellitus yang disebabkan kurangnya produksi insulin dari sel Beta pankreas.
- Diabetes mellitus tipe 2, Diabetes yang disebebakan resistensi reseptor insulin di tubuh.
- Diabetes gestasional , Diabetes yang terjadi pada populasi ibu hamil.
- Diabetes tipe lainnya, diabetes yang terjadi bukan karena penyebab di atas, ex karena pemakaian obat.

Pada tahun 2021, Diabetes mellitus menyerang 10,8% penduduk dewasa di Indonesia (179.750.000) atau sekitar 19.465. 102 penduduk dewasa.1
Diabetes dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada penderitanya, komplikasi kronis/ menahun pada diabetes mellitus .
1.Mikrovaskular
a. Retinopati :
pemeriksaan retina mata dianjurkan dilakukan saat pertama pertemuan dengan penderita DM. Kemudian dapat dilakukan setiap tahun atau lebih cepat jika ada kelainan retina. 2
b. Nefropati :
nefropati diketahui dari adanya mikroalbuminuria, proteinuria, hingga penurunan laju filtrasi glomelural.
Pemeriksaan mikroalbuminuria dilakukan saat pasien terdiagnosa DM, kemudian dapat diulang tiap tahun.2
2. Makrovaskular
a. Penyakit Jantung Koroner :
Perlu ditelusur lebih jauh apakah pasien memiliki risiko tinggi aterosklerosis, contohnya : riw/ keluarga terkena jantung koroner, riw dm, Riw ketidaknyamanan di daerah dada. 2
Perlu dilakukan rekam jantung saat istirahat kemudian rekam jantung dengan beban
b. Penyakit Pembuluh Darah Perifer :
perubahan bentuk kaki, neuropati, dan penurunan aliran darah ke kaki merupakan hal yang harus dicari dan diperhatikan pada penderita DM. 2
lalu apa saja penyakit mata yang dapat timbul diakibatkan oleh diabetes mellitus?

- Katarak, Merupakan kondisi kekeruhan pada lensa mata. Pada populasi normal insiden terkena katarak ialah 10,8 sedangkan populasi pada penderita DM insiden terkena katarak ialah 20,4. Sekitar 2x lipat penderita DM terkena katarak dibanding populasi normal. Rasio insiden tertinggi pada kelompok usia 45-54 tahun. 3
- Diabetik retinopati, komplikasi yang dapat menyebabkan kebutaan pada pasien DM. Penyebab kebutaan yaitu dari maculopathy Diabetes dan komplikakasi dari Retinopaty Diabetes seperti vitrous hemorrhage, tractional retinal detachment, dan neovascular glaucoma. Lebih dari 50% pasien DM tipe 1 dan > 30% pasien DM tipe 2 memiliki risiko terjadinya kebutaan. Pada DM tipe 1 lebih berisiko terjadi Proliferatif retinopaty Diabetes dibanding DM tipe 2. Pada DM tipe 2 lebih berisiko terkena macular edema.4
kontrol gula darah merupakan pencegahan terbaik agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut.

Target gula penderita DM :
gula darah dikatakan terkontrol baik apa bila
gula darah puasa : 70-130 mg/dL
gula darah 2 jam setelah makan : < 180mg/dL
HbA1C : < 6,5 %
Referensi
1 https://idf.org/our-network/regions-and-members/western-pacific/members/indonesia/
2 PAPDI, 2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. Jakarta: Interna Publishing.
4.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4398904/
*sumber gambar : https://p2ptm.kemkes.go.id/