Ambeien atau Wasir

sumber : hemorrhoid – Bing

Ambeien/Wasir atau dalam bahasa kedokteran disebut Hemoroid adalah pelebaran dan peradangan pembuluh darah vena di daerah anus.

Keluhan :

susah buang air besar, dubur terasa nyeri atau panas, ada benjolan di anus, buang air besar dengan darah merah menetes.

Terapi non obat :

-Makan buah sayur setiap hari

-Perbaiki posisi buang air besar (dengan cara jongkok, saat posisi jongkok sudut anorektal lurus sehingga lebih mudah untuk mengeluarkan feses)

-Rendam anus dalam air 10-15 menit, 2-4x/hari untuk membersihakan sisa-sisa tinja yang lengket.

-Cukupi kebutuhan air putih harian (30-40mL/kgBB/Hari)

-Usahakan banyak bergerak, banyak berjalan. Hindari banyak duduk/ tidur.

*Jika keluhan masih tidak membaik, silakan konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan terapi obat atau tindakan pembedahan jika perlu.

Sumber :

PAPDI, 2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam . Jakarta: Interna Publishing.

Sumpah Dokter

Demi Allah, saya bersumpah, bahwa :

(Sesuai agama saya)

Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan,

Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran,

Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila sesuai dengan martabat pekerjaan saya sebagai dokter,

Saya akan menjalankan tugas saya dengan mengutamakan kepentingan masyarakat,

Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter,

Saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan perikemanusiaan, sekalipun diancam,

Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan,

Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan penderita,

Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, perbedaan kelamin, politik, kepartaian atau kedudukan sosial dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita,

Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya,

Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagaimana saya sendiri ingin diperlakukan,

Saya akan mentaati dan mengamalkan Kode Etik Kedokteran Indonesia yang berdasarkan Pancasila,

Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.

—————————————————-

Ingat, baik buruk/ benar salah semua perilaku kita, pertanggungjawaban yang sesungguhnya adalah kepada Yang Maha Esa. Allah SWT.

Apakah saya bisa vaksin COVID 19?

Kelompok yang TIDAK LAYAK mendapat vaksin COVID 19, secara umum dibagi berdasar 2 kelompok usia.

  1. Jika Anda berusia 18-59 tahun , dengan kondisi ; a.) riwayat alergi berat (sesak, pingsan/ tidak sadar diri) akibat vaksin covid 19 dosis pertama/ akibat komponen vaksin COVID 19, b.)dalam kondisi infeksi akut (sedang dalam kondisi sakit misal, batuk pilek demam diare, atau baru dalam pengobatan TB. Tunggu hingga 2 minggu obat TB dikonsumsi. c) Orang dengan immunodefisiensi primer (gangguan kekebalan tubuh bersifaat bawaan )
  2. Jika Anda berusia > 59 tahun dengan nilai RAPUH >2 artinya TIDAK LAYAK untuk divaksin.
  • Resistensi : Apakah Anda kesulitan naik 10 tangga ? jika IYA =1, TIDAK =0
  • Aktivitas : seberapa sering Anda merasa kelelahan ? Jika sepanjang waktu/sebagian besar waktu =1
  • Penyakit lebih dari 4, ( hipertensi, diabetes, kanker (selain kanker kulit kecil), penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal) jika minimal ada 5 dari 11 penyakit, nilai = 1
  • Usaha berjalan : Apakah sulit berjalan 100-200 meter? jika IYA = 1, Jika TIDAK =0
  • Hilangnya berat badan , bila turun berat badan >5% dalam setahun nilai = 1

Jika tidak yakin dengan kondisi Anda, maka konsultasikan dnegan dokter yang merawat untuk meminta surat rekomendasi kelayakan Vaksinasi COVID 19.

Bagi penyintas COVID 19, LAYAK dilakukan vaksinasi apabila sudah sembuh minimal 3 bulan.

Sumber :

Rekomendasi PAPDI tentang Pemberian Vaksinasi COVID-19 pada Pasien dengan Penyakit Penyerta/ Komorbid (Revisi 18 Maret 2021)

Kaki Diabetes

Tulisan untuk awam

contoh kaki diabetes / charcot foot (sumber :The Charcot Foot in Diabetes | Diabetes Care (diabetesjournals.org))

Sebanyak 40-60 juta orang diabetes secara global, terkena kaki diabetes dan komplikasi ekstremitas bawah. International Diabetes Federation – Diabetic Foot (idf.org)

Penyakit kaki di sini dapat berupa infeksi, ulserasi, dan kerusakan jaringan kaki.0,03%- 1,5% pasien kaki diabetes diamputasi. Tentunya hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup, kegiatan sosial, dan mata pencaharian mereka. (Diabetic foot | The BMJ)

(sumber gambar : charcot foot – Bing)

Bagaimana cara merawat kaki penyandang diabetes ? (Perkeni,2015)

  1. Selalu gunakan alas kaki, baik di tempat berpasir (misal teras rumah, pantai..) maupun berair (misal kamar mandi)
  2. Perhatikan kaki Anda setiap hari, catat/laporkan ke dokter Anda apabila mendapati kulit terkelupas, kemerahan, ataupun ada luka
  3. Periksa alas kaki dari benda asing sebelum menggunakan. Maksud benda asing di sini misal kerikil, batu, dll. Mengapa? karena seringnya pada penyandang sudah memiliki komplikasi neuropati yang ditandai dengan terasa tebal/ baal. Apabila kaki terkena sesuatu yang umumnya oleh orang dengan persarafan normal terasa nyeri/ panas/dingin dsb, pada penderita neuropati tidak dapat merasakan sensasi tersebut. Yang tidak disadari lalu disebutnya muncul luka secara ‘tiba-tiba’.
  4. Selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih, tidak basah, dan mengoleskan krim pelembab pada kulit kaki yang kering.
  5. Potong kuku secara teratur. Misalnya setiap seminggu sekali.
  6. Keringkan kaki dan sela-sela jari selepas dari kamar mandi.
  7. Gunakan kaos kaki dari bahan katun yang tidak menyebabkan lipatan pada ujung-ujung jari kaki.
  8. Jika ada kalus atau mata ikan, tipiskan secara teratur.
  9. Jika bentuk kaki Anda tidak seperti orang pada umumnya, gunakanlah alas kaki khusus. (penggunaannya konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu)
  10. Gunakan sepatu yang ‘pas’. Tidak terlalu sempit dan tidak terlalu longgar. Jangan menggunakan high heels
  11. Hindari menggunakan bantal atau botol berisi air panas untuk menghangatkan kaki.. Mengapa? ingat proses neuropati pada panyandang DM.. telah terjadi penurunan respon sensori. Sehingga jika suhu terlalu panas pun, penyandang DM tidak akan merasakannya.

Diabetes Mellitus

Tulisan untuk awam

Orang dengan diabetes mellitus bertambah dari tahun ke tahun. . Menurut WHO pertambahan orang dengan diabetes di dunia sebanyak 108 juta di tahun 1980 menjadi 422 juta di tahun 2014.

Indonesia menempati posisi 7 di dunia jumlah penderita DM sebanyak 10,7 juta orang di tahun 2019 berdasar IDF.

Diabetes juga menjadi komorbid ke dua atau sebanyak 10,4% yang bertanggung jawab atas kematian pasien covid 19 di Indonesia. (Data diakses 1/12/2020 website covid 19 Indonesia)

Diabetes Mellitus atau yang biasa disebut kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal.

Kadar gula darah di atas normal jika kadar gula darah acak ≥ 200 mg/dL atau kadar gula darah puasa ≥ 126 mg/dL atau apabila kadar HbA1C ≥ 6,5%

Mengapa kadar gula darah bisa melebihi batas normal? hal ini disebabkan berkurangnya produksi dari hormon insulin (hormon yang mengatur gula darah) dan ketidakefektifan sel-sel tubuh memasukkan gula ke sel (resistensi insulin).

Diabetes Mellitus dapat terjadi pada siapapun.. dari anak kecil hingga dewasa, ibu hamil pun juga bisa..

Diabetes Mellitus (DM) di bagi menjadi 4

DM tipe 1 = Dikarenakan kerusakan sel beta pankreas (produsen hormon insulin) sehingga pada pasien dengan DM tipe 1 ini absolut butuh suntik insulin seumur hidupnya. Penyebabnya bisa dari autoimun dan idiopatik (penyebabnya belum diketahui)

DM tipe 2 = Dikarenakan kombinasi dari berkurangnya produksi hormon insulin dan terjadinya resistensi insulin.

DM tipe lain = Dikarenakan penyakit lain , misal karena infeksi, kelainan genetik.

DM gestasional = DM yang terjadi pada kehamilan. Bisa ditandai dengan berat janin yang besar, lebih dari 4000 gram.

Pada tulisan ini yang saya bahas ialah DM tipe 2.

Lalu bagaimana keluhan klasik DM ?

  1. Mudah lapar (Polifagi)
  2. Mudah haus (Polidipsi)
  3. Sering kencing (Poliuri)
  4. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

keluhan lainnya : mulai terasa baal/kesemutan di tangan / kaki (neuropati), mata buram, gatal di vulvavagina, luka yang tidak kunjung sembuh.

Bagaimana mengendalikan Diabetes Mellitus ?

1 Edukasi

Para panayndang DM dipahamkan mengenai gaya hidup sehat, serba serbi penyakitnya, komplikasi serta penanganannya, dsb.

2 Nutrisi

Seimbangkan nutrisi, pastikan asupan karbohidrat, protein, lemak sudah sesuai, serta tingkatkan makanan berserat seperti buah dan sayuran. Batasi konsumsi gula dan garam . Jika perlu minum-minuman tawar saja, tanpa gula. Minum air putih 1,5-2 L/ hari atau 8-10 gelas / hari.

Apakah makanan yang selama ini saya konsumsi perlu diubah?

cara menjawabnya cukup mudah..

Hitunglah Indeks Masa Tubuh (IMT) Anda.. Bagaimana caranya?

IMT= Berat Badan (dalam Kg) : (Tinggi Badan (dalam m)2 (dikuadratkan)

Contoh kasus, misalnya

Ani memiliki berat badan 60 Kg dan tinggi badan 160 cm.. Apakah berat badan Ani sudah sesuai? atau Ani perlu diet?

Jawabannya :

Hitung terlebih dahulu IMT Ani..

IMT Ani = BB Ani (Kg)/ TB Ani m2

Sebelum masuk ke rumus, Ubah terlebih dahulu Tinggi Badan Ani dari satuan centimeter ke satuan meter. TB Ani = 160 cm = 1,6 m

IMT Ani = 60 Kg/ (1,6 m)2

IMT Ani = 60 Kg/ 2,56 m2

IMT Ani = 23,43 Kg/m2

Jika hasilnya :

IMT < 18,5 Kg/m2 –> artinya Berat Badan Anda kurang

IMT =18,5-22,9 Kg/m2 –> artinya Berat Badan Anda sudah sesuai/normal

IMT ≥ 23,0 Kg/m2 –> artinya Berat Badan Anda lebih

Lalu kapan seseorang disebut obesitas ?

Jika IMT 25,0-29,9 Kg/m2 –> Obesitas derajat 1

Jika IMT ≥30 Kg/m2 –> Obesitas derajat 2

3 Aktivitas fisik

Aktivitas fisik yang dianjurkan ialah dengan intensitas sedang dilakukan 3-5x/minggu durasi total 150 menit/ minggu.. Baiknya olah raga yang bersifat aerobik misal jalan cepat, jogging, senam, bersepeda santai. Namun jika Anda memiliki penyakit pada tulang/ persendian misalnya osteoartritis maka jenis olah raga bisa disesuaikan lagi misal dengan berenang, dsb

4 farmakoterapi / Obat

Obat Diabetes ini secara umum dibagi dua yaitu obat minum (oral) dan obat suntik.

Contoh obat minum : metformin, glimipirid, acarbose, pioglitazon dsb

Contoh obat suntik : insulin

Penggunaan obat ini disesuaikan dengan masing-masing pasien.

Semisal kadar GDA awal sama, bisa saja obatnya berbeda karena setiap orang bisa memiliki kondisi yang berbeda. Semisal kondisi A, DM dan sudah diikuti penurunan fungsi ginjal, kondisi B DM tanpa komplikasi, kondisi C DM dengan penyakit asam lambung/ gastritis, kondisi si D DM dengan TBC.. Konsultasikan obat yang Anda konsumsi dengan dokter.

5 Monitoring

Monitor gula darah puasa , gula darah 2 jam setelah makan, dan HbA1C..

Seberapa sering? selama masih belum terkontrol baik gula darahnya lakukan pengecekan gula darah setiap hari. Jika Sudah terkontrol Anda bisa melakukan cek gula darah puasa/ acak setiap bulan.

Lalu kapan mengukur HbA1C? Setiap 3 bulan.

Apa itu HbA1C? Gula yang terikat di Hemoglobin selama 3 bulan terakhir..

Ingat berapa umur sel darah merah?

Apa saja target yang harus dikontrol dari penderita DM ?

Tabel Sasaran Pengendalian DM (Perkeni,2015)

Sumber :

WHO

Perkeni 2015

Mari Kenali Penyakit Tidak Menular

Apa itu penyakit tidak menular?

Ialah penyakit yang tidak menular melalui kontak antar manusia.

Jadi maksudnya bagaimana?

Misalkan,(1) kakek Anda terkena hipertensi lalu dengan Anda memeluk kakek Anda, hal itu tidak akan menyebabkan Anda tertular hipertensi. (2) Nenek Anda penderita Diabetes Mellitus, lalu Anda salim/ cium tangan beliau. Hal tersebut tidak menyebabkan gula darah Anda menjadi tinggi.

Namun hal ini bisa menjadi pembelajaran supaya Anda berhati-hati. Dengan Anda mengetahui leluhur Anda ada yang memiliki penyakit tersebut dapat menjadi perhatian Anda , artinya TIDAK MENUTUP KEMUNGKINAN saat tua nanti Anda juga mengalami hal yang sama. Atau bahasa kedokterannya  Anda MEMILIKI FAKTOR RISIKO untuk mendapatkan penyakit yang sama suatu hari nanti.

Menurut World Health Organization, non communicable disease atau penyakit tidak menular merupakan penyakit kronis , penyakit yang cenderung memiliki durasi waktu yang lama.

Berapa lama kah? Bisa bertahun-tahun bahkan seumur hidup dari mulai didiagnosis. Bahkan terkadang orang terdiagnosis ketika sudah terjadi komplikasi (sudah kasep/telat). Karena paradigma kita yang menunggu ‘sakit’ baru ke rumah sakit. Sudah saatnya kita berani melakukan deteksi dini.

Apakah penting kita mengetahui penyakit tidak menular?

Tentu saja penting,

  • 70% kematian di dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular.
  • Setiap tahun, 15 juta orang usia 30-69 tahun meninggal dunia karena penyakit tidak menular.
  • Lebih dari 80% kematian tersebut terjadi di Negara ekonomi menengah ke bawah.4

Apa kabar Indonesia?

  • Berdasar hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 dan 2013 menunjukkan telah terjadi peningkatan secara bermakna, diantaranya jumlah penyakit stroke meningkat dari 8,3 per mil pada 2007 (jadi bayangkan dalam 1 mil area ada 8 orang yang stroke) menjadi 12,1 per mil pada 2013. Lebih lanjut diketahui bahwa 61% dari total kematian disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, diabetes dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis.2

KERUGIAN jika terkena penyakit tidak menular?

  • Biaya

*Soewarta Kosen, Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes mengatakan  kerugian negara akibat konsumsi rokok pada tahun 2013 ialah Rp. 378,75 Triliun. Konsumsi rokok di tahun tersebut ialah Rp 138 Triliun.3 Mengapa rokok yang menjadi patokan kerugian negara? Ya seperti yang telah kita ketahui bahwa akumulasi rokok pada tubuh menginvestasi berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit jantung , kanker, dsb. Singkat kata rokok adalah faktor risiko dari kebanyakan penyakit tidak menular. Kalau sekilas kita membaca, kerugian negara akibat rokok ini sudah tidak di angka ratusan juta atau milyar namun menembus triliun. Menakjubkan bukan? Dan kerugian yang ditanggung jauh lebih besar dibanding nilai konsumsi.

*Pembiayaan kanker pada Jamkesmas tahun 2012, pengobatan kanker menghabiskan biaya Rp. 144,7 milyar. Kemudian pembiayaan meningkat menjadi Rp. 905 milyar di tahun 2014.1 Bertambah 2 tahun dan merangkak naik 6 kali lipat. Hebat bukan?

  • Selain rugi biaya, tentunya kita rugi waktu, tenaga , dan kualitas hidup kita semakin menurun.

Apa saja penyakit tidak menular ?

  • Penyakit tidak menular yang utama ialah4 :
  1. Penyakit kardiovaskular ( seperti serangan jantung dan stroke)
  2. Kanker
  3. Penyakit pernafasan kronis (seperti penyakit paru obstruktif kronis dan asma)
  4. Diabetes mellitus

Selain itu masih ada lagi seperti hipertensi, obesitas dsb

Siapa saja yang berisiko terkena penyakit tidak menular?

Semua kelompok usia dapat terkena penyakit tidak menular. Terutama orang-orang dengan gaya hidup yang tidak sehat. Seperti apakah tidak sehatnya?

  • Diet yang tidak sehat ( rendah serat, tinggi lemak)
  • Tidak beraktivitas fisik (mager)
  • Terpapar asap rokok
  • Mengonsumsi alkohol.

Saat ini kementerian kesehatan sedang menggiatkan slogan pola hidup sehat dengan CERDIK.

Apa saja CERDIK itu?

Cek kesehatan secara teratur

Enyahkan asap rokok

Rajin aktifitas fisik

Diet sehat dengan kalori seimbang

Istirahat cukup

Kelola stress

Mari kita perbaiki pola hidup kita menjadi pola hidup CERDIK  demi masa depan yang lebih baik. Kini investasi masa depan tidak hanya harta kekayaan, kesehatan juga sebuah investasi. Untuk apa harta berlimpah ruah namun kondisi fisik sakit-sakitan dan harus diderita seumur hidup. Kesempatan  hidup tidak datang dua kali !

Mari belajar sehat untuk kualitas hidup yang lebih baik !

Referensi :

Kemenkes RI, 2015. Buku Panduan Pelaksanaan IVA dan SADANIS. Jakarta.

Keputusan Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2016.

http://health.kompas.com/read/2015/12/18/161900223/Kerugian.akibat.Rokok.3.7.Kali.Lebih.Besar.Dibanding.Cukai.yang.Diperoleh.Negara

http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs355/en/

Kata Pengantar

Assalamualaykum,  selamat sore,
Hallo manusia-manusia yang ingin sehat dan menginspirasi…

Jadi asal mula pembuatan blog ini adalah untuk menjawab kekhawatiran saya atas sikap mahasiswa kedokteran yang hobi upload-upload foto cakep/cantik berjas putih/ pakaian jaga diimbuhi caption dramatis. Mari kita sudahi segala drama ini dengan menggerakkan sejawat untuk berkarya, memberikan dampak sosial yang positif  khususnya menggiatkan edukasi perihal kesehatan pada masyarakat.

Saya berharap blog ini dapat mencerahkan masyarakat mengenai perilaku hidup sehat dan issue-issue kedokteran terkini.

Mari Bergerak !!!

-dr. Hanifah Az Zahrah-

 

Bahan KOAS dan UKMPPD/UKDI

Silakan klik untuk download file (dalam bentuk pdf)
Umum

Daftar Acuan Referensi soal UK MCQs CBT UKMPPD

PPK-Dokter-di-Fasyankes-Primer Edisi Revisi 2014

SKDI_Perkonsil,_11_maret_13

Standar Nasional Pendidikan Profesi Dokter Indonesia, KKI 2019

Anak

Buku-Saku-Pelayanan-Kesehatan-Neonatal-Esensial-1

Pocket Book of Hospital Care For Children 2013

PPM IDAI Jilid 2, 2013

Anestesi/Cardio

2015-AHA-Guidelines-Highlights-English

Etika dan Hukum Kedokteran

62_MANUAL_REKAM_MEDIS KKI 2006

KMK_No.1333Th2002ttgPersetujuanPenelitianKesehatanTerhadapManusia

KODEKI-Tahun-2012

Komunikasi Efektif Dokter Pasien KKI 2006

Peraturan-Menteri-Kesehatan-RI-No.36-Tahun-2012-tentang-Rahasia-Kedokteran

Perkonsil_No_4_Tahun_2011 tentang Disiplin Profesional Dokter dan Dokter Gigi

Permenkes 268 tanhun 2008 tentang Rekam Medis

Persetujuan Tindakan Kedokteran KKI 2006

PMK No. 290 Th 2008 ttg Persetujuan Tindakan Kedokteran

PMK-No.-512-ttg-Izin-Praktik-dan-Pelaksanaan-Praktik-Kedokteran

PP no 10 tahun 1960 Wajib Simpan Rahasia Pasien

PP No. 32 Th 1996 ttg Tenaga Kesehatan

Undang-Undang No 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa

Undang-Undang No 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran

UU No. 36 Th 2014 ttg Tenaga Kesehatan

UU No. 44 Th 2009 ttg Rumah Sakit

UU-36-2009-Kesehatan

Farmakologi

FORMULARIUM_NASIONAL

Forensik

simpson-forensic-medicine 13 ed

Ilmu Kesehatan Masyarakat

textbook_of_family_medicine ed9 Rakel, R.Rakel D Elsevier

Ilmu Penyakit Dalam

buku-saku-penatalaksanaan-kasus-malaria 2012

pedoman-tbnasional2014

Tatalaksama klinis HIV dan terapi ART 2011

Ilmu Kesehatan Kulit

Pedoman_Nasional_Tatalaksana_IMS_2015

tata laksana leprae

Obstetri & Ginekologi

buku-saku-pelayanan-kesehatan-ibu

Bedah

ATLS 9th ed

-Semoga bermanfaat-

BONUS