Long acting insulin: Ezelin vs Lantus

Immunogenicity Study of Insulin Glargine Ezelin vs Lantus in Type 2 Diabetes Mellitus Patients – Full Text View – ClinicalTrials.gov

Webinar membahas hasil dari penelitian yang membandingkan insulin Ezelin vs Lantus…

Hasilnya :

dari segi penurunan HbA1c, peningkatan berat badan, tidak ada perbedaan yang signifikan…

Secara harga :

Untuk inisiasi insulin basal tidak ada perbedaan… inisiasi dengan dosis insulin 0,1-0,2 U/KgBB lalu titrasi sampai menemukan dosis optimal (GDP tercapai 100-130 mg/dL)

Bantuan Hidup Dasar/ CPR

Sehari yang lalu dunia bulu tangkis Indonesia berduka atas meninggalnya atlet juara dunia kita, sebut saja MK … Diketahui collaps / tidak sadar saat latihan bulu tangkis.

Atau teman-teman mungkin juga sering dengar berita pesepeda yang tiba-tiba collaps ? setelah beberapa saat tim medis datang ternyata diketahui orang tersebut dinyatakan sudah meninggal.

Atau kisah yang sudah cukup lama, Aktor AM yang terkena serangan jantung saat berolah raga? yang tidak lama setelah di rumah sakit kembali collaps dan kemudian dinyatakan meninggal

Jadi sebetulnya apakah yang salah dari hal tersebut?

Apakah semua yang berolah raga bisa memicu sakit jantung?

Hal yang harus teman-teman paham..

  • Olah raga sangat baik dan banyak manfaatnya untuk tubuh. Olah raga dapat menstabilkan tekanan darah, dapat meningkatkan sensitivitas reseptor insulin di otot-otot kita, dapat mencegah kita dari berbagai penyakit kronis (diabetes mellitus, hipertensi, obesitas) dsb.. Olah raga disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.. Olah raga yang dianjurkan WHO ialah olah raga yang rutin dilakukan 3-5x/ minggu dengan durasi @ 30 menit dan intensitas sedang misal jogging, senam aerobik dsb.. Seumpama seseorang memiliki sakit nyeri lutut menahun maka olah raga yang dianjurkan adalah sepeda statis dan berenang. Atau mungkin ada yang dengan gejala sisa setelah sembuh dari covid, maka latihannya juga disesuaikan dengan kemampuan diri. Tetap jalan beberapa langkah sehari, yang rutin. Meskipun tersengal-sengal tetap harus semangat lepas dari gejala sisa 😊👍 Jangan menyerah ya !!!

Olah raga yang dianjurkan WHO ialah olah raga yang rutin dilakukan 3-5x/ minggu dengan durasi @ 30 menit dan intensitas sedang

  • Pahami gejala sakit jantung ( sakit jantung dalam pembahasan ini ialah jantung koroner–> penyumbatan pada pembuluh darah jantung) sedini mungkin. Bagaimana gejala yang spesifik sakit jantung? pernahkah merasa nyeri dada tembus punggung atau menjalar ke lengan kiri atau menjalar ke dagu? lalu berapa lama durasi nya? apakah nyeri dada membaik dengan Anda beristirahat? Apakah Anda merokok? Apakah ada orang tua atau saudara yang mengalami sakit jantung? Jika Anda mengalami nyeri dada yang semacam ini dan banyak jawaban IYA , silakan segera memeriksakan diri ke dokter, jika perlu lakukan rekam jantung untuk memastikan. Tetap terapkan gaya hidup sehat, stop merokok, makan makanan yang sehat.

Nyeri dada yang berbahaya ? Nyeri dada tembus belakang ke punggung , ada penjalaran nyeri ke lengan kiri atau ke dagu, nyeri berlangsung lebih dari 20 menit, nyeri reda dengan istirahat/ tidak beraktivitas.

  • Bantuan Hidup Dasar yang wajib bisa dilakukan oleh setiap orang. Jika mendapati orang di sekita tiba-tiba tidak sadar maka yang harus kita lakukan :

a. Safe : Amankan diri, orang yang tidak sadar, dan lingkungan. Kalau misal orang tidak sadar di tengah jalan, pindahkan ke pinggir jalan tempat yang aman tidak ada kendaraan.

b. Respon : Cek dengan cara menepuk bahu dan memanggil orang yang tidak sadar tersebut. Jika tidak ada respon artinya orang tersebut tidak sadar.

c. Shout for Help : Minta bantuan , bisa minta tolong orang untuk telpon ambulance atau TGC

d. Compression : melakukan penekanan pada dinding dada dengan adekuat dan berkualitas. (untuk orang dewasa : Kedua lengan lurus di atas dada pasien membentuk sudut 90o, Letakkan kedua telapak tangan di tengah tulang dada pasien, lakukan kompresi dengan kedalaman dada 5-6 cm, kecepatan 100-120x/menit, ditunggu sampai dada kembali / recoil tiap kompresi dada, minimal interupsi)

Kompresi dada dapat dilakukan secara bergantian sampai tim medis datang.

Cara kompresi dada :

1. Kedua lengan lurus di atas dada pasien membentuk sudut 90o

2. Letakkan kedua telapak tangan di tengah tulang dada pasien,

3. lakukan kompresi dengan kedalaman dada 5-6 cm

4. kecepatan kompresi dada 100-120x/menit,

5. Tunggu sampai dada kembali / recoil tiap kompresi dada,

6. Minimal interupsi

contoh video bantuan hidup dasar

Hands Only CPR Video – Live Training Version – YouTube

Setidaknya 4 hal itu harus dilakukan sebelum orang yang tidak sadar tersebut mendapat pertolongan tim medis yang kemudian akan dilakukan bantuan hidup dasar yang lebih lengkap hingga ke pemberian bantuan nafas.

1 menit otak tidak mendapat oksigen maka sel-sel saraf perlahan mulai mati. 3 menit berlangsung kerusakan otak akan semakin luas, hingga dapat menimbulkan kerusakan permanen dan kematian.

Kenapa tidak diberikan bantuan oksigen? bantuan oksigen dapat diberikan jika terdapat alat bantu nafas yang memadai. Mengingat saat ini sedang pandemi covid jadi kita harus ekstra waspada. Jangan sampai niat baik kita jadi sebuah kecerobohan.

Selulitis : Pre-septal VS Orbita

Sumber Klik di sini

Pernah temen-temen sejawat, mendapati pasien dengan kelopak mata bengkak? Ragu apakah ini kasus emergency atau tidak?

Selulitis orbita merupakan kasus emergency pada mata.. kenapa? karena dapat menimbulkan kebutaan (inflamasi yang terjadi pada soft tissue sekitar mata dapat meningkatkan tekanan intraokular, dapat menimbulkan ophtalmoplegia –> gerakan otot-otot mata terganggu, trombosis pada sinus cavernous) dan infeksi yang lebih luas ke intrakranial jika tidak segera ditangani..

Tentu dari gambar di atas, dapat dipahami secara anatomi bagian yang terlibat dari selulitis pre-septal dan selulitis orbita ya. Pada selulitis pre-septal, infeksi terjadi di anterior dari septum orbita, sedangkan pada selulitis orbita infeksi terjadi di otot dan lemak di sekitar orbit. Jelas berbeda meskipun pasien datang dengan gejala yang mirip.

Gambar Selulitis Pre-Septal

Serupa tapi tak sama. Dari pada salah langkah, yuk kita belajar bedakan selulitis pre-septal dan selulitis orbita.

Lalu bagaimana perbedaan selulitis pre-septal dan selulitis orbita ???

Tanda dan GejalaSelulitis Pre-SeptalSelulitis Orbita
Kelopak mataMerah, nyeri, sulit dibuka Merah, nyeri, sulit dibuka
Proptosistidak adaada
Visusnormalmenurun
Penglihatan double/ Diplopiatidak adaada
Eye movementnormalmenurun (Ophtalmoplegi), nyeri (+)
infeksi primertidak adaada (misal :sinusitis, periodontal abses dll)
Proptosis dapat dinilai dari atas kepala pasien. Sumber gambar klik di sini

Pemeriksaan penunjang :

  • CT scan
  • MRI
  • lumbar puncture (jika curiga meningitis)

Terapi

  • Selulitis Pre-septal

terapi awal disesuaikan dengan patogen penyebab (umumnya penyebab sinusitis ; S. pneumoniae, H. influenzaeS. aureusMoraxella catarrhalis ) : Klindamisin, Kotrimoksazol, atau doksisiklin (terapi antibiotik oral), dan vankomisin (pada pasien rawat inap) –> follow up oleh Sp.M

pilihan rawat jalan : amoxiclav 30mg/kgbb setiap 8 jam (untuk anak< 12 tahun) atau 500 mg 3x/hari atau 875 mg 2x/hari untuk dewasa selama 10 hari.

untuk pasien rawat inap : ampicilin sulbactam 50mg/Kg Iv tiap 6 jam (untuk anak) atau 1,5 g-3 g IV tiap 6 jam ( max 8 g ampicilin/ hari) selama7 hari.

  • Selulitis Orbita

WAJIB RAWAT INAP

2nd atau 3rd generation cephalosporin. –> cefotaxime 50mg/kg IV tiap 6 jam ( untuk anak < 12 tahun) atau 1-2 g IV tiap 6 jam (untuk dewasa) selama 14 hari. Jika terdapat sinusitis ; pilihan antibiotik imipenem, ceftriaxone, dan piperacilin /tazobactam) jika selulitis terkait riwayat trauma atau benda asing curiga mrsa , vancomycin 1g UV tiap 12 jam dan bakteri gram negatif ex : ertapenem 100 mg IV 1x/hari selama 7-10 hari sampai terdapat perbaikan secara klinis.

Prosedur pembedahan untuk dekompresi orbita, drainage abses dan infeksi sinus dilakukan apabila :

  • penglihatan yang terancam
  • Supurasi atau curiga benda asing
  • pada imaging menunjukkan abses orbita atau abses subperiosteal yang masif/banyak, terutama sepanjang atap orbita
  • infeksi tidak membaik dengan antibiotik

Bagaimana jika menemukan kasus tersebut di FKTP ???

Tentu kita lakukan yang bisa kita lakukan ya…

  • jangan manipulasi berlebih area mata yang sakit
  • beri tetes mata antibiotik, tutup kassa tanpa penekanan
  • beri antibiotik oral (yang sesuai) dan antinyeri
  • rujuk segera ke spesialis mata ( jangan ditunda-tunda ya 😊👌)

Sumber :

Preseptal and Orbital Cellulitis – Eye Disorders – Merck Manuals Professional Edition

Orbital Cellulitis – StatPearls – NCBI Bookshelf (nih.gov)

Mata Bintitan

Pernahkan kelopak mata Anda merah , bengkak , dan nyeri?

Umumnya masyarakat menyebutnya mata bintitan. Dalam bahasa kedokteran mata bintitan yang seperti ini disebut hordeolum..

Lalu apa yang bisa dilakukan di rumah saat Anda mengalami mata bintitan/hordeolum?

  1. KOMPRES HANGAT kelopak mata 4-6 kali sehari selama 15 menit setiap kalinya untuk membantu meredakan proses peradangan di dalam kelopak mata. Tindakan dilakukan dengan mata tertutup.
  2. BERSIHKAN kelopak mata dengan air bersih atau pun dengan sabun atau sampo yang tidak menimbulkan iritasi, seperti sabun bayi. Hal ini dapat mempercepat proses penyembuhan. Tindakan dilakukan dengan mata tertutup.
  3. JANGAN MENEKANATAU MENUSUK kelopak mata yang sakit, hal ini dapat menimbulkan infeksi yang lebih serius.
  4. HINDARI pemakaian MAKE-UP pada MATA, karena kemungkinan hal
    itu menjadi penyebab infeksi.
  5. JANGAN MENGGUNAKAN LENSA KONTAK karena dapat menyebarkan infeksi
    ke kornea.

Lanjutkan dengan berobat ke dokter untuk mendapat obat yang tepat..

Jangan mengobati sendiri dengan membeli obat bebas di Apotek ya 😁

Ulkus Kornea (H16.0)

Ulkus kornea adalah defek epitel hinga melibatkan dasar stroma pada kornea. Umumnya disebabkan proses infeksi.

Penyebab

  • Bakteri : Staphylococcus aureus, coag negative staphylococcus, and Pseudomonas aeruginosa. Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus fusarium , spesies paling sering pada polimikrobial keratitis terkait dengan trauma.
  • Virus : HSV (paling sering). Varicella-zoster and cytomegalovirus (lebih jarang)
  • Fungal : Penyebab 5-10% infeksi kornea. umumnya diawali trauma kornea terkena tumbuhan. Organisme penyebab : AspergillusFusariumScedosporium apiospermumphaeohyphpmycetesCandida albicans, and other Candida species
  • Protozoa : Acanthamoeba, dapat ditemukan di air atau tanah. menyebabkan keratitis dan ulkus kornea pada pengguna contact lense
  • Autoimmune disease : Peripheral keratitis ulcerative (PUK) bentuk keratitis non infeksi yang terkait dengan penyakit sistemik. Penyakit sistemik : Rheumatoid arthritis, Wegener granulomatosis, relapsing polychondritis, polyarteritis nodosa, Churg-Strauss syndrome, and microscopic polyangiitis.

Faktor Risiko

  • Pengguna contact lense
  • Pasien dengan cold sore, chiken pox, dan shingles (zoster)
  • Pengguna tetes mata steroid
  • Pasien dengan mata kering/ Dry Eye Syndrome
  • Pasien dengan gangguan pada kelopak mata ex: lagophthalmus pada bell’s palsy, entropion-> pseudotrikiasis.
  • Pasien dengan luka bakar pada kornea
  • Pasien dengan penyakit autoimun
  • Komorbid diabetes mellitus

Pencegahan

  • menjaga kebersihan pada penggunaan lensa kontak
  • Lubrikasi (pemberian artificial tears) bola mata untuk mencegah mata kering
  • Operasi pada kelainan kelopak mata

Gejala

  • Mata merah
  • Mata dengan nyeri berat
  • Terasa mengganjal pada mata
  • Mata berair
  • Sekret ++
  • Mata buram
  • Sensitif pada cahaya
  • Bengkak kelopak mata
  • Lesi putih pada kornea

Pemeriksaan fisik

  • Visus
  • Respon pupil
  • konjungtiva (kemosis? injeksi silier?)
  • Fluoresens test (menghitung ukuran defek/ulkus)/ Siedel test ( menentukan ada perforasi/tidak?)
  • Tekanan intraokular (Jika tidak ada tanda ruptur bola mata atau perforasi ulkus)

Terapi

Terapi sesuai etiologi.

Jika berada di FKTP, beri antibiotik topikal mata dan bebat kassa mata pasien dengan kassa. Rujuk segera ke Sp.M

Komplikasi

  • Sikatrik kornea, vaskularisasi, atau perforasi
  • Glaukoma
  • Astigmatisme ireguler
  • katarak
  • endoftalmitis
  • kebutaan / vission loss

Sumber :

Corneal Ulcer – StatPearls – NCBI Bookshelf (nih.gov)

What Is a Corneal Ulcer (Keratitis)? – American Academy of Ophthalmology (aao.org)

Pterygeum (H11.0)

Kompetensi 3A

Definisi

Pterygeum berasal dari bahasa yunani yang artinya sayap; pterygos.

Pterygeum merupakan jaringan fibrovaskular triangular yang terbentang di konjungtiva hingga kornea. Insidensi Pterygeum tinggi pada negara dekat garis equator hal ini karena tingginya paparan sinar UV, terutama UV-B. Hipotesis yang ada menyebutkan radiasi ini dapat memicu mutasi gen p53 sehingga terjadi proliferasi yang abnormal dari epitelial limbal.

Grading

Grade I: at the limbus

Grade II: between the limbus and the pupil

Grade III: extending to the pupillary margin

Grade IV: crossing the pupillary margin

Faktor Risiko

  • Paparan UV
  • Iritan (debu,pasir,angin)
  • Inflamasi
  • Permukaan mata kering

Pencegahan

-menghindari paparan sinar UV

-menggunakan kaca mata pelindung anti UV, topi

Anamnesis

-Asimtomatis

-kemerahan

-Iritasi

-Penurunan ketajaman mata

-Penglihatan ganda

Pemeriksaan

-Tajam penglihatan

-Pemeriksaan mata anterior

Tata Laksana

*Tata laksana awal sebelum dirujuk ke Sp.M, bisa diberikan artificial tears serta beri saran untuk mengurangi paparan matahari dengan kacamata anti uv/ topi, dsb.

Pembedahan :

  • The bare sclera technique
  • A conjunctival graft technique
  • Amniotic membrane therapy

Terapi adjuvat :

  • MMC
  • Beta Irradiation

Sumber :

Management of Pterygium – American Academy of Ophthalmology (aao.org)

Pterygium – Symptoms, diagnosis and treatment | BMJ Best Practice

Perut Begah/ Maag

Maag berasal dari bahasa Belanda artinya lambung.

Pernahkah Anda mengalami perut begah?

Hal tersebut merupakan salah satu tanda Anda terkena Dispepsia..

Dalam bahasa medis rasa tidak nyaman pada perut dengan karakteristik nyeri ulu hati/ perut kembung/ sering bersendawa/ ada refluks rasa ingin muntah, merupakan gejala dari dispepsia.

Dispepsia sendiri dibagi menjadi penyebab organik dan juga non organik/ psikis.

Cara mencegah supaya tidak dispepsia/ perut begah :

  • Hindari makanan yang mengiritasi lambung seperti makanan yang pedas , kecut, santan, kopi, merica, dan jahe.
  • Hindari makanan dengan gas tinggi, seperti kubis, nangka, dsb
  • Makan teratur 3x/ hari. Jika sulit untuk makan berat, cobalah untuk mengisi perut setiap 2 jam.
  • Hindari penggunaan obat antinyeri tanpa anjuran dokter
  • Makan malam maksimal 2 jam sebelum tidur. (misal tidur jam 21.00, maka makan berat terakhir jam 19.00)
  • Hindari/kelola stres. Karena stress/pikiran juga bisa meningkatkan asam lambung. Tidur cukup minimal 7 jam/hari.

Obat yang bisa dikonsumsi untuk meredakan gejala: Antasida

Kapan saya perlu mewaspadai dispepsia/perut begah harus ke dokter?

  • Jika usia anda > 55 tahun
  • Disertai muntah darah atau BAB hitam
  • Penurunan berat badan > 10% tanpa penyebab yang jelas
  • Anemia

Glaukoma Akut (H40.2)

ICD X H40.2= Primary Angle Closure Glaucoma (PACG)

Kompetensi 3B

Glaukoma adalah penyakit dengan karakteristik neuropati optik, penurunan lapang pandang yang progresif, dan disertai peningkatan tekanan intra okular. (Normal TIO 10-21 mmHg)

Glaukoma sudut tertutup akut terjadi bila ada peningkatan TIO yang cepat (umumnya 45-75mmHg) akibat blok mendadak dari trabecular meshwork.

Anamnesis

  1. Mata merah
  2. Tajam penglihatan turun mendadak
  3. Rasa sakit atau nyeri pada mata yang dapat menjalar ke kepala
  4. Mual dan muntah (pada tekanan bola mata yang sangat tinggi)

Pemeriksaan Fisik

  1. Visus turun
  2. Tekanan intra okular meningkat
  3. Konjungtiva bulbi: hiperemia kongesti, kemosis dengan injeksi
    silier, injeksi konjungtiva
  4. Edema kornea
  5. Bilik mata depan dangkal
  6. Pupil mid-dilatasi, refleks pupil negatif

Diagnosis Banding:

(mata merah visus turun)

  1. Uveitis Anterior
  2. Keratitis
  3. Ulkus Kornea

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan kasus glaukoma pada layanan tingkat pertama
bertujuan menurunkan tekanan intra okuler SESEGERA mungkin dan
kemudian MERUJUK ke dokter spesialis mata di rumah sakit.

  1. Non-Medikamentosa
    Pembatasan asupan cairan untuk menjaga agar tekanan intra
    okular tidak semakin meningkat
  2. Medikamentosa

a. Asetazolamid HCl 500 mg, dilanjutkan 4 x 250 mg/hari. (kontraindikasi pasien dengan komorbid sirosis hepatis, renal failure, PPOK berat)

*Cairan hiperosmotik : Jika TIO > 60mmHg pertimbangkan agen hiperosmotik , dapat diberikan gliserin 1-1,5 cc/kgBB peroral, syarat GDA pasien < 200mg/dL, atau manitol 20% 1-1,5cc/kgBB IV. Obat hiperosmotik hanya dapat diberikan di fasilitas kesehatan yang memiliki pemantauan memadai untuk kondisi sistemik pasien.

b. KCl 0.5 gr 3 x/hari.

c. Timolol 0.5%, 2 x 1 tetes/hari. (Jika pasien memiliki riwayat asma , ganti dengan tetes mata beta bloker selektif ex : betaxolol)

d. Tetes mata kombinasi kortikosteroid + antibiotik 4-6 x 1 tetes sehari

e. Terapi simtomatik (antinyeri (kp), antimuntah(kp), dsb)

Kejang Demam

Kejang demam ialah kejang yang terjadi dengan didahului demam yaitu suhu >38oC atau > 100.4oF , kejang demam dapat terjadi pada anak usia 6-60 bulan/5 tahun, serta tanpa didasari penyebab infeksi saraf pusat, gangguan elektrolit, trauma kepala, dan epilepsi. Mengapa? karena pusat pengaturan suhu tubuh pada saraf pusat anak di bawah 5 tahun masih belum ‘matang’. Jadi hal tersebut wajar/bisa saja terjadi.

Apakah kejang demam dapat diturunkan secara genetik dari orang tua?

10-20% first-degree relatives (orang tua/ saudara kandung) memiliki pengalaman kejang demam.

Apa yang harus dilakukan saat anak kejang demam?

  1. Tetap tenang dan tidak panik.
  2. Longgarkan pakaian yang ketat terutama di sekitar leher.
  3. Bila anak tidak sadar, posisikan anak miring. Bila terdapat muntah, bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung.
  4. Walaupun terdapat kemungkinan (yang sesungguhnya sangat kecil) lidah tergigit, jangan memasukkan sesuatu kedalam mulut.
  5. Ukur suhu, observasi, dan catat bentuk dan lama kejang.
  6. Tetap bersama anak selama dan sesudah kejang.
  7. Berikan diazepam rektal (lewat dubur) bila kejang masih berlangsung lebih dari 5 menit. Jangan berikan bila kejang telah berhenti. DIAZEPAM REKTAL hanya boleh diberikan SATU KALI oleh ORANG TUA.

Cara pemberian diazepam rektal

Kapan perlu memeriksakan anak kejang demam ke dokter/ rumah sakit?

-Jika kejang berlangsung 5 menit atau lebih

-Suhu tubuh lebih dari 40oC

-Kejang tidak berhenti dnegan diazepam rektal

-Kejang hanya satu bagian tubuh saja. (misal kejang tangan saja, kaki saja, dsb)

-Setelah kejang anak tidak sadar atau terdapat kelumpuhan


Cara mencegah berulangnya kejang demam :

Siap sedia termometer di rumah,

-saat suhu anak mulai > 37,5oC segera berikan parasetamol (sesuai dosis), pemberian parasetamol bisa setiap 4 jam jika diperlukan.

-Saat suhu anak >38,5 berikan obat antikejang dari dokter (jika tersedia)

Referensi :

IDAI,2016. Rekomendasi Penatalaksanaan Kejang Demam.

Febrile Seizure – StatPearls – NCBI Bookshelf (nih.gov)